khanifa - re_here :P

kirana reine's posts with tag: renungan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag renungan
Blog EntryTerima Kasih, Kawan..Jun 2, '08 1:30 AM
for everyone
Aku sering hanya bisa tersenyum dan menolak saat banyak teman-teman mengajak untuk aksi turun ke jalan meski diberi judul "Aksi Damai". Biasanya mereka tak mengejar alasan mengapa aku tak ingin ikut. Tentunya aku punya alasan yang syar'i untuk menolak ikut.

Baru-baru ini, aku membuka mailist angkatan kami. Aku cukup kagum melihat betapa anak-anak angkatanku tak lagi malu-malu mengungkapkan pendapatnya, termasuk tentang aksi ini. Aku tersenyum simpul saat membaca puisi yang ditulis oleh seorang rekanku. Rekan ini bisa dikatakan sebagai orang yang biasa-biasa saja yang tidak fanatik ke salah satu pihak yang sering dikenal sebagai anti-aksi turun ke jalan.

Ya, aku tahu. Aksi tidak dilakukan begitu saja tanpa persiapan yang matang dari pemikiran, pematangan, pencerdasan, izin di kepolisian, dll yang sering dijelaskan oleh para pro-aksi. Namun saat aksi tersebut benar-benar dilaksanakan, apa sebenarnya output yang dibuahkan?

Ingat latar belakang pengharaman khamr? Khamr (begitu juga babi, darah, dll) diharamkan bukan karena tidak ada manfaat yang terkandung di dalamnya, melainkan karena mudharatnya lebih banyak dari pada manfaatnya. Lalu dalam kasus yang kita bahas saat ini? Memperbesar terjadinya ikhtilat, mengganggu kenyamanan umum, pencemaran nama baik (ga sengaja emang gitu lho..), menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah, membuat ekonomi kian terpuruk (nah loh...., ga nyadar kan?), menimbulkan fitnah (orang-orang bisa menafsirkan keliru tentang aksi yang dilakukan sehingga merugikan pihak-pihak tertentu), dll. Sedangkan pada akhirnya, apa sih inti dari aksi itu sendiri? Menuntut, mengingatkan, memperlihatkan masalah? Lalu apakah itu menjadi solusi? Pun bila tuntutan itu terpenuhi, bagaimana bila dibandingkan dengan mudharat-mudharat yang ditimbulkan? Ingat latar belakang peng-haram-an khamr.


Yah, cukup segitu dulu. Berikut ini kutipan puisi dari seorang rekan elektro yang kusebutkan di awal tulisan ini.

Bukannya Aku Malu Turun ke Jalan

Maaf teman,
Bukan aku malu turun ke jalan.
Bukan aku tidak ingin berjuang.
Tapi aku punya hati dan pikiran.
ke mana aku akan berjalan.

Temanku...
Hidup kita memang sedang susah.
BBM naik, harga kebutuhan pokok ikut naik.
Orang miskin semakin banyak bergeletakan.
Pendidikan pun sangat sulit didapatkan.

Wahai sahabatku,
Berteriak bukanlah suatu pembuktian.
Kepalan tangan bukanlah suatu penyelesaian.
Pikiran jernih dan hati yang tenang.
Itulah yang saat ini lebih kita butuhkan.

Teman,
Coba ingat siapa kita sebenarnya!
Coba ingat apa tugas kita sebenarnya!
Coba ingat apa tujuan kita sebenarnya!
Dan coba cari tahu bagaimana cara kita menggapainya!

Kalau aku boleh mengingatkan. ....
Kita adalah mahasiswa teknik, calon insinyur, bakal orang-orang terdepan punggawa teknologi..
Tugas kita adalah menympaikan teknologi yang kita pelajari..
Tujuan kita adalah membuat lingkungan (baca: Indonesia) kita jadi lebih baik..
Caranya menggapainya adalah belajar, bekerja, dan berkreasi..

Mengertilah teman,
Bukannya aku malu ke jalan
Tapi aku ingin berkontribusi dengan langkah yang lebih pasti
Bukannya aku tidak ingin berjuang
Tapi aku ingin memetik hasilnya nanti

Bayangkanlah teman, sendainya kita berhasil nanti...
Kita tak perlu membeli BBM konvensional yang mahal, karena teman kita dari teknik kimia telah menemukan energi alternatif baru.
Kita tak perlu khawatir listrik padam, karena teman kita dari teknik elektro telah mengembangkan solar cell murah.
Kita tak perlu takut gempa, Karena teman kita dari teknik sipil dan material telah menemukan pondasi anti gempa.
Kita bisa hemat energi, karena teman kita dari teknik metalurgi dan material menemukan super konduktor suhu kamar.
Kita tidak perlu berlibur ke dubai, karena teman kita dari arsitektur telah merancang hotel tertinggi di dunia.
Kita tidak perlu membeli mobil merek Jepang atau Eropa karena teman kita dari teknik mesin telah memproduksi mobil dalam negeri.
Kita tidak perlu takut menganggur, karena teman kita dari teknik industri banyak membuka badan usaha sendiri.

Dan pada saat itu juga kita tidak perlu lagi.
Berdarah-darah turun ke jalan.
Merusak fasilitas umum yang dibangun dari uang rakyat.
Membuat persoalan baru yang seharusnya tidak perlu ada.
Dan menyita waktu pemerintah untuk memikirkan kerusakan yang kita buat.

Sementara..
Apa yang kita lakukan merugikan banyak orang.
Apa yang kita dapatkan hanyalah hujaman peluru aparat.
Sedangkan tidak pernah ada solusi yang kita tawarkan.

Jadi maafkan aku ya teman.
Jika aku tidak ikut kalian turun ke jalan.
Karena aku punya banyak impian.
Yang akan lebih bermanfaat jika dapat kuwujudkan.

*   *   *

Terima kasih, kawan.. karena telah mengingatkan aku untuk turut menyuarakan kebenaran. Barakallahu fiik....



Blog EntryMari Turut Membuka Topeng! ^_^Apr 15, '08 6:19 AM
for everyone

Indonesia merupakan Negara yang unik dikarenakan kemajemukan budaya, ras, dan agamanya. Tapi sensus dari periode ke periode menyatakan bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan Indonesia dinyatakan sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Keyakinan mayoritas tersebut, tak dipungkiri, sangatlah mempengaruhi budaya-budaya yang ada di Indonesia. Sayangnya, hal tersebut justru tidak ditunjukkan dalam penampilan budaya Indonesia. Pulau Dewata dan Borobudur yang tidak merepresentasikan aspek riil bangsa Indonesia justru lebih ditonjolkan dalam dunia pariwisata. Oleh karena itu, berdampingan dengan program pemerintah Visit Indonesia Year 2008, SALAM Universitas Indonesia yang memiliki jaringan kampus nasional bermaksud untuk turut serta menampilkan budaya Indonesia yang sesungguhnya.

Wajah Muslim Indonesia merupakan event yang dilaksanakan oleh SALAM Universitas Indonesia berskala nasional. Insya Allah akan melibatkan LDK se-Indonesia. Bentuk acaranya berupa perlombaan (kategori pelajar, mahasiswa, dan umum), Talkshow, Festival Seni Budaya Islam, Bazaar, dan lain-lain.

Khusus rekan-rekan mahasiswa Universitas Indonesia yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan berskala nasional ini, silahkan melakukan registrasi kepanitiaan dengan cara mengirim sms dengan format sebagai berikut:

NPM_FAKULTAS_NAMA_DIVISI_NO.HP_EMAIL

contoh:

0706276664_FASILKOM_ArdianKusumaJaya_08569909099_ardi@yahoo.com

kirim ke salah satu nomor di bawah ini (kalo sesama operator lebih murah kan  ) :

arif : 085694063457

andro : 081359161405

khanifa : 02199860708


Boleh juga via email khanif_almustaqiem@yahoo.com dengan subject OR WMI. File mencantumkan nama lengkap, NPM, asal fakultas, divisi yang diminati, serta contact number.


Kami tunggu kontribusi rekan-rekan……..!


(dicopy dengan sedikit perubahan dari arif)






Blog EntrySapi!!!Apr 9, '08 11:02 AM
for everyone

Beberapa hari terakhir ini, saya sering terbangun di tengah malam dan tergerak untuk mendengarkan siaran radio Pro3 RRI dengan jargonnya "Jaringan Berita Nasional". Tampaknya isu kenaikan harga minyak tanah tengah menjadi berita hangat. Dampak dari kenaikan harga minyak tanah ini terasa lebih banyak menyengsarakan rakyat daripada tercapainya tujuan yang diharapkan oleh pemerintah. Program konversi dari minya tanah ke gas yang dicanangkan ternyata bukan merupakan solusi bagi rakyat berpenghasilan rendah.

“Ya, kalau minyak tanah kan bisa diecer setengah sampai satu liter ya saya masih nyandhak, Kalau gas kan untuk ke depannya kita harus beli sendiri, langsung satu tabung. Nggak bisa ngecer-ngecer. Saya nggak nyandhak itu.. Lha kalau minyak tanah ini naik harganya, saya harus bagaimana?” demikian komentar seorang ibu di Bantul terkait kenaikan harga minyak tanah.

Beberapa pengusaha kecil yang menggunakan minyak tanah pun mengalami dilema. Dengan harga minyak tanah yang berkisar antara Rp2.700,00 – Rp3.000,00 ini, mereka masih bisa bertahan untuk tidak menaikkan harga jual produknya. Namun bagaimana bila harga minyak tanah mencapai Rp8.000,00, sementara harga bahan-bahan pokok juga terus melambung?

“Mau tetep nggak dinaikkan ya gimana… mau dinaikkan juga takut nggak laku,” ibu Ginuk, pengusaha pia-pia di Solo, menuturkan dilema usahanya. Komentar serupa juga diungkapkan oleh beberapa pengusaha kecil lainnya.

Menanggapi isu ini, seorang pendengar mengusulkan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) sebagai solusinya. Hal tersebut tentunya juga harus diikuti dengan diperluasnya lapangan pekerjaan. Bila perekonomian masyarakat sudah mapan, maka kenaikan harga pun tidak akan menjadi suatu masalah yang besar.

*             *             *

Sapi!

 Itulah yang muncul dalam pikiran saya sebagai solusi dari masalah ini. Nggak nyambung? Eits, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.

 Saya teringat akan sebuah desa di Salatiga yang pernah saya observasi dalam menyusun sebuah karya tulis. Dalam benak saya, masyarakat dari desa yang terkenal dengan sekolah alternatif Qaryah Thayyibah itu Insya Allah akan tetap adhem tentrem tidak terpengaruh dengan kenaikan harga gas dan minyak tanah. Apa lantaran? Karena sapi.

 Seyogyanya, pemerintah mulai mempertimbangkan untuk menggalakkan pengembangan peternakan sapi. Dari sapi, beberapa persoalan bangsa ini Insya Allah akan dapat teratasi. Nggak percaya?

 Jawabannya adalah biogas. Begini penjelasannya. Pemerintah cukup memberikan subsidi untuk pembangunan instalasi penampungan biogas di beberapa daerah yang memiliki ketergantungan pada minyak tanah. Biaya yang dikeluarkan relatif kecil mengingat desa yang saya sebut sebelumnya dapat membiayai pembangunan instalasi tersebut secara mandiri. Instalasi ini, bila tidak dikorupsi oleh oknum tertentu, dapat bertahan hingga 20 tahun. Selama kurun waktu tersebut, produksi biogas yang hakekatnya adalah gas methan dan dapat digunakan sebagai  bahan bakar untuk memasak, akan dihasilkan secara kontinu.

 Lalu bagaimana dengan daerah yang tidak memungkinkan untuk dikembangkannya peternakan sapi secara efisien? Jangan khawatir. Cukuplah daerah tersebut diberikan “sumbangan” berupa kotoran sapi sebagai pemicu perkembangan bakteri Methanococcus penghasil gas methan. Selanjutnya, bahan pokok biogas tersebut dapat digantikan dengan (maaf) kotoran manusia.

 Gas methan yang dihasilkan dari kotoran sapi ini selain renewable, juga ramah lingkungan. Limbah dari bahan pokoknya dapat dialirkan ke sawah atau kebun untuk menyuburkan tanah. Pun penduduk dapat menambah penghasilan dari pupuk yang diolah dari limbah tersebut. Sementara itu, kadar karbon yang dihasilkan dari pembakaran gas methan sangatlah kecil, mendekati proses pembakaran sempurna. Jikalau biogas ini bocor, tidak akan berbahaya karena bukan merupakan gas beracun. Bahkan daur gas ini sangat simple sesuai dengan siklus nitrogen yang dilakukan oleh bakteri-bakteri nitrogen (penjelasan lebih lanjut bisa dilihat di buku Biologi SMA Kelas X Kurikulum Berbasis Kompetensi :P).

 Dari penjelasan di atas, sudah ada dua permasalahan yang teratasi: bahan bakar dan lingkungan. Tapi masih ada satu lagi yang dapat diatasi dengan dikembangkannya peternakan sapi, yaitu permasalahan gizi buruk. Dengan dikembangkannya peternakan sapi, susu sapi akan dapat diperoleh dengan mudah dan dengan harga yang lebih terjangkau. Kandungan yang terdapat di dalam susu sangatlah bermanfaat dalam pemenuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, apalagi pada anak-anak. Pemenuhan gizi sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kecerdasan otak. Hal ini tentunya sangatlah penting untuk diperhatikan, terutama pada anak-anak, karena anak-anak adalah calon-calon pemimpin bangsa

Photo AlbumBintang Gemintang (8 photos)Mar 10, '08 5:58 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Benda-benda langit itu sungguh mengagumkan ya.... :D

foto-foto dicari dengan bantuan eyang google
matur nuwun, eyang.. :P

Blog EntryApa Kata Orang Tuamu?Mar 5, '08 6:12 AM
for everyone
Hhhh... kenapa ya akhir-akhir ini aku rajin banget belajar? (hueee... narsis :P) Ga tahu juga ya, rasanya kalo' ga belajar itu aneh banget. Bab demi bab "Intel Microprosessor" yang pada awalnya bikin aku mabok (karena full teori), akhirnya kulalap juga. Begitu juga "Electrical Circuit Analysis" yang dulunya paling enak buat bantal, sekarang jadi rajin kubaca. "Engineering Electromagnetics"? Ga ketinggalan juga. Ada apa gerangan ini? Ya, mudah-mudahan ini adalah sesuatu yang baik.

Sekarang aku ga pengen nyeritain tentang buku-buku yang akhir-akhir ini rajin kubaca itu. Aku cuma pengen cerita tentang sebuah pengalaman masa kecilku yang sangat menyentuh si Aku Kecil. Kiranya pengalaman itu turut membentuk kepribadianku juga.

 ======

Pernah suatu ketika, di masa aku kecil, aku mengambil sepotong roti dan menggigitnya sedikit. Sebelum roti itu habis, aku melemparnya ke lantai. Tentu saja si Aku Kecil tidak berniat untuk memakannya lagi.

Pernah juga, aku mengambil sebuah kroket kentang. Dasar deh, anak kecil ga tahu makanan enak. Dilemparlah sang kroket ke kebun. Tapi sekarang, membuang makanan adalah hal yang sangat kuhindari. Makan pun harus habis sampai butir-butir terakhir. Malah, kalau lagi baik hati, aku juga ikut membantu kalau temanku ga mampu menghabiskan makanannya.

 Apa yang membuatku berubah sedemikan rupa?

Saat aku kecil, ketika melihatku melakukan aksi buang itu, ibuku berkata "Aduuuh, jangan dibuang begitu. Kasihan. Coba kalau kamu bisa mengerti bahasa roti. Waktu kamu membuangnya, dia menangis lho! Katanya 'Huuu...huu.. kenapa aku dibuang? Aku kan ga salah apa-apa..'."

Si Aku Kecil jadi terharu. Menangis dan mengambil kembali makanan yang dibuangnya.

Bukan cuma masalah makanan. Ibu juga mengatakan hal yang serupa bila aku melempar-lempar buku ke lantai. Sampai sekarang, aku jadi sangat mencintai buku.

 ======

Ternyata, ucapan sederhana orang tua yang dapat merebut perasaan anak, dapat membentuk kepribadian yang sangat kuat terkait dengan konteks ucapannya. Ada juga nih, cerita temanku tentang temannya. Sebut saja si A.

Pada saat si A masih kecil, dia selalu enggan merapikan kembali mainannya. Saat itu ibunya berkata "Ayo, diberesin mainannya kalau sudah selesai!"

Apa kata si A?

"Ah, ga usah Bu! Buat apa diberesin, nanti juga bakal berantakan lagi."

Ibunya tak berkata apa-apa hingga tiba saatnya si A untuk makan.

"Bu, lapar nih. Mau makan..."

Sebelum sang Ibu menyiapkan makanan, sang Ayah berkata "Ga usah dikasih makan, Bu! Buat apa dikasih makan, nanti juga bakal lapar lagi."

Si A terhentak. Perasaannya yang masih bersih tentu saja dapat mengambil pesan moral dari kejadian itu. Dia pun segera membersihkan mainannya. Sejak saat itu, ia juga tak pernah meninggalkan mainannya dalam keadaan berantakan.

Blog EntryKuliah, Yuk...!Feb 6, '08 9:25 AM
for everyone
    Kuliah telah dimulai sejak hari Senin yang lalu. Dari situlah pembantaian massal dimulai. Tugas-tugas kuliah yang menumpuk mengharuskan kami untuk presentasi hampir setiap hari dengan materi-materi yang harus kami pelajari sendiri. Sudah ga zaman lagi dosen nerangin kuliah di depan. Sekarang saatnya mahasiswa harus mempelajari sendiri materi yang harus dikuasainya, kemudian mengungkapkan ke-bisa-annya di depan kelas.

    Kalau dilihat dari sisi beratnya, memang berat sih.. Tapi kalau dilihat efeknya, kami dituntut untuk bisa! Malu laah kalau ngemeng di depan kelas tapi sebenernya kosong. Belajar jadi lebih keras, usaha juga lebih banyak. Dengan sistem yang seperti itu, rasanya nanti ga akan ada ceritanya lulusan yang tidak memahami bidangnya dengan baik. Di samping pemahaman yang mendalam, kami juga dididik untuk menyampaikan apa yang telah kami ketahui. Dengan demikian, tidak ada juga ceritanya anak yang pinternya diam-diam atau pun anak yang diam-diam pintar. Mau dapet sisi positif yang lain? Ya, kami harus bisa bekerja sama dengan tim kita walaupun bisa jadi orang satu tim kita bukanlah orang yang kita sukai.

    Efek samping? Tentu saja tetep ada. Salah satunya, besok itu harusnya libur! Kan tanggal merah.. Rencananya, aku ingin reuni dengan sahabat-sahabatku yang lama tak kujumpai. Tapi karena besok aku dan teman-teman sekelompokku harus menyusun bahan presentasi, aku harus membatalkan rencana itu (hiks... ).

    Tapi yasudahlah.. rencana itu bisa diundur. Kuliah lebih penting. Toh kami masih bisa berkomunikasi secara lisan dan tulisan meski ga ketemu langsung. Ini semua agar kami semua dapat mencapai cita-cita yang telah kami pupuk sejak lama.

Blog EntrySampahFeb 5, '08 12:27 AM
for everyone
Baru nyadar neech, ternyata di multiply ini aq baru posting tulisan 4 biji aja. Adaaaa aja alesan buat ga nulis. Adaaaa aja yang bikin bete. Ah, nyampah aja nih tulisan kali ini. Ya, kapan2 nulis lagi deh. Sekarang lagi ga OK buat nulis. 

Blog EntryLPJ TE, Bebas!Nov 16, '07 7:31 AM
for everyone

Alhamdulillah… praktikum Teknik Elektronika dah selesai, n udah dipertanggungjawabin di depan asisten juga. Tinggal praktikum Algoritma&Pemrograman nih..

Laporan Pertanggungjawaban Teknik Elektronika (LPJ TE). Yah, banyak kisah di dalamnya. Asyik, menegangkan, bikin pemahaman kita jadi lebih dalam, tapi ada lucu-lucunya juga. Rata-rata LPJ ini 1-2 jam. Tapi di LPJ-ku yang terakhir, kami hanya melaksanakannya selama 15 menit!

Sebelumnya, aku kenalin dulu asisten yang siap membantai kami: Dika. Dia ini orang Jawa tulen, suka bergaya, wawasannya tentang dunia elektronika luas banget, suka bergaul, dan jenaka. Pinter abis.. dia dapet A untuk Material Teknik Listrik (MTL) yang suka diplesetin jadi Matakuliah Tidak Lulus. Dan sepertinya, untuk Rangkaian Listrik 1 dia juga lulus deh.

Jadi gini nih... Saat istirahat makan siang, aku ketemu Dika di jalan menuju Musholla Teknik (Mustek). Melihat aku, dia bertanya “Eh, hari ini siapa yang LPJ sama saya?” Aku jawab “Saya.”

“Wah, gimana ya mbak? Ditunda aja yah!”

“Ditunda? Emangnya mau kapan?” tanyaku.

“Ya... kira-kira minggu depan,”jawabnya.

“Hah! Minggu depan...? Jangan dong...,” aku memelas. Gimana enggak, ini LPJ modul terakhir dan aku ingin segera menikmati kebebasan tanpa tekanan LPJ TE. Trus, mau ditunda minggu depan? Aduh, aduh.. tolong deh! Masih zaman ya LPJ, sementara teman-teman satu angkatan dah ongkang-ongkang.

“Ya gimana ya mbak.. Masalahnya hari ini saya juga ada LPJ,” terangnya.

Aku diam dan memasang muka memelas. Kemudian dia melanjutkan “Ya.. tapi nanti kalian datang dulu saja. Kepastian jadi atau nggaknya saya kasih tahu nanti.”

Aku kembali tersenyum, soalnya bakal ada angin segar nih.

*          *          *

Jadi critanya, menurut jadwal yang dulu pernah kami buat, kelompokku bakal LPJ sama Dika jam 14.00. Riskan banget, karena kita ada kuliah dari jam 13.00 – 14.00. Jadi berurutan gitu... Kan jadi deg-degan. Mana dosennya tuh dosen misterius. -__________-‘

Nah, hari itu, saat kita harus LPJ sama Dika.. Dosennya datang telat. Beliau baru datang jam 13.30! Weleh-weleh, alamat kelar telat nih. Di satu sisi, enggan ninggalin materi kuliah. Di sisi yang lain, LPJ ga boleh telat kalo’ mau dapet nilai setelah usaha kita selama ini. Aku dan teman-teman sekelompokku udah mikirin gimana aja caranya bila nanti harus cabut dari kelas.

Benar saja, sudah pukul 13.45, belum ada tanda-tanda materi akan berakhir nih. Kami udah gelisah aja. Ditambah lagi, absen belum dijalankan.

13.50....

13.51.....

13.54....

13.56....

13.58....

14.00....

Dosennya belum selesai juga!

Akhirnya kami menelepon seorang anggota kelompok kami yang sengaja bolos kuliah dan sudah terlebih dahulu menunggu di lab Elektronika. Kami menanyakan keadaan di sana. Fiuhh... kami menhela nafas karena ternyata si Dika belum datang. Jadilah kami melanjutkan kuliah.

Begitu kuliah selesai, kami segera berlari ke lab Elektronika. Seperti yang kami bayangkan, di depan lab telah banyak orang-orang yang antri menunggu giliran LPJ. Dan setelah tanya sana tanya sini, kami mendapat jawaban bahwa: Dika belum datang!

Kami harap-harap cemas. Kita jadi LPJ ga nich? Kami maunya hari ini, ga mau minggu depan. Bolehlah hari ini ditunda sampe sore, tapi harus hari ini!

Di tengah kecemasan kami, seorang asisten keluar dari lab. “Siapa yang hari ini LPJ sama Dika jam 14.00?”

Kami segera tanggap “Kami, Kak!”

Sang asisten tersenyum, “Wah, tadi Dika ke sini tapi kalian nggak ada. Ya udah.. dia udah pulang, deh!”

“Yah, pulang? Trus gimana donk, Kak?” tanya kami.

“Ya dia minta kalian telpon dia..,” jawabnya sambil terus tersenyum.

Segeralah kami mencari nomor telpon Dika dan meneleponnya. Lagi-lagi aku dijadiin tumbal. Pasalnya aku satu-satunya wanita di kelompokku. Untuk urusan nego menego, aku yang selalu diajuin.

Saat kami coba untuk menelepon, kami tetap berdebar-debar (Ya iyalah... kalo’ ga berdebar, mati donk! :P). Wah, telponnya ga diangkat. Kami pikir: Ya iyalah.. orang kalo’ lagi LPJ, biar ditelpon berkali-kali pun, ga akan diangkat. Akhirnya kami kirimi saja si Dika ini dengan SMS memelas. Eh, ga dibales!

Ya sudahlah... kami tunggu saja. Di tengah kegalauan kami menunggu, kira-kira 15 menit kemudian lah, si Dika muncul dengan teriakan dan wajah jenakanya “Ayo kawan-kawan, kita LPJ!”. Alhamdulillah... kelompokku lega banget.

“Eh, tapi sebelumnya.. mana nih kelompok 14?” tanya Dika.

“Ya, kami Mas?” Untuk dia, khusus kami panggil Mas. Soalnya dia nggak pantes dipanggil Kak.

“Oh, ini ya.. Gimana ya? Saya jam 15.00 juga ada LPJ, padahal sekarang sudah jam 14.45?” ungkapnya meminta pendapat kami.

“Ya udah, kita LPJ 15 menit aja!” seorang anggota kelompokku nyeplos.

Eh, ternyata si Dika nanggepin dengan wajah bulatnya itu.... “OK, yuk! Kita LPJ 15 menit! Yuk, masuk-masuk!”

Weleh-weleh... kita semua memasuki lab. Dika segera membagikan kertas. Ow, ini berarti LPJnya tertulis.

“Yak, siap? Saya bacakan soalnya, kalian tulis di kertas masing-masing!”

Dika membacakan soalnya:

  1. Sebutkan ciri-ciri opAmp ideal!
  2. Jelaskan cara kerja diferensiator dan integrator beserta gambar rangkaian dan turunkan rumusnya!

Selesai membacakan soal, dia berkata “Yak, silakan mengerjakan. Waktunya 10 menit lagi!”

Hah,... glek! 10 menit lagi, bo! Nomor 1 sih OK, nomor 2 nya itu lho! Cara kerjanya, kita bisa nulis apa dalam 10 menit. Belum lagi nurunin rumusnya.

“Oia, satu lagi,” Dika berkata “nomor 1 pointnya 10.”

Kami masih mendengar, lanjutannya “Nomor 2 pointnya 90.”

Kami semua berteriak. Yah... kami menulis secepat kilat.Bodo amat tulisan jelek, yang penting kerjaan kelar. Kalo aku sih, mending nurunin rumus dulu. Ngemeng cara kerjanya, terakhir aja. Ciri-ciri opAmp ideal sih ga usah pake mikir, tulis ajah...

“Yak, 5 menit lagi!” Dika berteriak “Dan untuk yang nomor 2, kalo’ ada yang bisa ngejelasin makna fisis dari grafik yang terbentuk dengan benar, akan langsung saya beri nilai 100!”

Yo-i... mantab deh! Tapi ga bisa..

Yawdahlah, akhirnya waktu habis. Pekerjaan dikumpulkan, n kami pulang dengan lega. Alhamdulillah... LPJ kelar, oy! Bebas! Bebas! Merdeka! Hari gini? Masih zaman ya LPJ TE....


Blog EntryBismillah... Aku KembaliNov 7, '07 10:37 AM
for everyone
 Hehe.. udah sekian lama aku ga nulis & nengok ke multiply ini. Tahu-tahu inbox banyak banget karena banyak postingan saudara saudari yang tergabung dalam multiply. Akhirnya tergelitik buat ngasih comment. Akibatnya, mau ga mau aku harus sign in. Nah, ini masalahnya.... Aku inget banget passwordnya, tapi aku lupa id-nya. Males nge-klik forget your id or password?, akhirnya aku coba2in id-id yang mungkin kubuat. Alhasil, ketemulah di percobaan yang ke-tiga. 

Btw, gimana kabarku? (ih, maksa banget ya...). Yah, alhamdulillah aku baik-baik aja. Sibuk praktikum, bikin laporan, n mempertanggungjawabkan laporan. Tapi gapapa, aku ga sempat pusing karena ada banyak hal lain yang lebih penting untuk segera dikerjain daripada sekedar merasa pusing . Kabar lainnya, aku kecanduan nge-game lagi. Gimana nih? Ada yang mau nanggepin?
Semenjak lulus SMA, dunia game terenggut secara paksa dari kehidupanku karena game center yang jauh dari kostku. Males kalo' harus keluar kampus cuma buat nyari game center. Akhirnya, setelah beberapa lama, aku terbiasa ga main game online lagi.
Tapi sekarang... di tengah tugas-tugas kuliah dan organisasi yang menumpuk, ada penjaga warnet di dekat kostku yang iseng. Dia nge-download game di dua buah komputer. Kebetulan banget, game yang dia download itu game yang biasa aku mainin waktu SMA. Wah, aku seneng banget! Mulai deh aku nge-game lagi. Hanya aja, paling sekitar dua jam aja. Soalnya mahal kan, tarif warnet 3000-4000 rupiah per jam. Tapi tunggu, candu ga berhenti di sini.
Aku cerita ke sobatku kalo' aku mulai main lagi. Eh, dia tertarik. Dia tanya-tanya aku main apa. Usut punya usut, dia ternyata suka main juga toh ! Kemudian dia ini nich yang ngenalin aku tempat mainnya. Internet&game online. Sayangnya, game-ku ga diaktivin di sana karena jarang yang main game itu. Ga menyerah, sobatku itu nemuin tempat main game yang lebih bagus. Gamenya komplit abissss... Tarifnya juga ok abisss! Jam bebas, paket 4 jam Rp10.000,00. Jam malam, paket 5 jam Rp10.000,00. Wuih deh! Sobatku yang satu itu juga nemuin alternatif-alternatif tempat main game yang lain.
Whuah, dah agak bosen ma gameku, aku mulai merambah game yang lain. Aku juga nyobain game yang dimainin sobatku. Sekarang, aku jadi bener-bener kecanduan ma game-nya sobatku. Rekorku, kemarin aku main sampe 8 jam. 4 jam di siang hari, 4 jam di malam hari. Gara-gara game pula, aku jadi suka pulang malem (tentu aja kalo' bareng ma sobatku... Kalo' sendirian, nehi deh!).
Sebenernya aku juga mikir kalo' nge-game itu ngabisin duit, tapi ga kerasa. Ga kerasa karena aku jadi fresh setelah main, apalagi kalo' menang. Aku juga ngrasa ga stress.
Masalah refreshing, sebenernya ada banyak hal yang bisa bikin aku fresh selain game. Buku dan olahraga misalnya.. Tapi game ini asyik! Jiwa kompetisinya jadi terasah, makanya olahraga juga aku suka yang sering kompetisi. Bahkan milih organisasi aja juga yang bikin jiwa kompetisiku terasah (Robotics). Dengan hal-hal yang berbau kompetisi itu, aku bisa nyalurin beban negatif di dalam diriku. Buku adalah penyeimbangnya.

Blog EntryAku Cinta.....?May 14, '07 8:10 AM
for everyone

"Berilah apa yang paling kamu sukai."

 

*          *          *

 

Kayaknya susah ya, memberikan sesuatu yang paling kita suka kepada orang lain. Inginnya sesuatu yang kita suka itu ya jadi milik kita. Tapi, gimana kalau orang yang akan kita beri itu adalah orang yang sangaaaaaat kita sayangi? Seseorang yang kita cintai setulus hati? Tentunya kita akan memberikan yang terbaik untuknya. Seberat apapun pengorbanan kita, rasanya tak akan berarti jika untuk memberikan yang terbaik untuknya. Meskipun dengan mengorbankan apa yang kita sukai.

 

Bila kita refleksikan lebih dalam.. Sudah sayangkah kita kepada Allah? Sudah cintakah kita kepada-Nya? Apa bukti cinta kita? Sudahkah kita memberikan yang terbaik dari diri kita untuk-Nya? Atau kita masih menjadi individu yang naif yang beribadah hanya untuk menggugurkan kewajiban? Marilah kita jujur pada diri sendiri dan mengevaluasi lagi hidup kita.

 

*          *          *

 

Pernah membaca dialog ini?

 

+: "Hai malaikat, cobalah kau tengok surga dan isinya."

 

(Malaikat pun menengok surga dan isinya)

 

+: "Apa pendapatmu?"

 

-: "Maha suci Engkau. Seluruh hamba-Mu niscaya akan berlomba-lomba memasukinya bila mereka tahu keindahannya."

 

+: "Sekarang tengoklah neraka dan isinya."

 

(Malaikat pun menengok neraka dan isinya)

 

+: "Apa pendapatmu?"

 

-: "Maha suci Engkau, Ya Rabbku. Seluruh hamba-Mu niscaya tak akan mau memasukinya bila mereka tahu akan keganasannya."

 

+: "Kini lihatlah apa yang mengelilingi jalan menuju surga."

 

(Malaikat pun melihat pada apa-apa yang mengelilingi surga)

 

+: "Apa pendapatmu?"

 

-: "Maha suci Engkau, Ya Allah. Aku khawatir, tak seorangpun hamba-Mu dapat memasuki surga mengingat banyaknya hal-hal yang tidak disukai hamba-Mu untuk dapat memasukinya."

 

+: "Lihatlah apa yang mengelilingi jalan menuju neraka."

 

(Malaikat pun melihat apa-apa yang mengelilingi neraka)

 

+: "Apa pendapatmu?"

 

-: "Subhanallah.. Aku khawatir, akan banyak hamba-Mu yang tergelincir ke dalam neraka mengingat banyaknya hal-hal yang disukai hamba-Mu yang mengantarkannya ke neraka."

 

*          *          *

 

Subhanallah.. Kita telah diperingatkan.


Blog EntryTanda - Tanda Kekuasaan AllahApr 20, '07 8:49 AM
for everyone

Hari ini, seusai mempertanggungjawabkan laporan praktikumku di depan asisten, aku dan kedua kawanku berjalan menuju kos kami masing-masing. Reflek, aku melihat ke langit. Kebiasaanku yang sulit kuhilangkan di senja menjelang malam, karena pada saat inilah langit mulai terlihat indah. Dan senja ini, kami menyaksikan pemandangan yang menakjubkan. Bulan sabit tipis diiringi planet Venus di sebelah kirinya. Indah nian. Dipadukan dengan warna langit yang kelabu bersemu nila, tak sanggup aku melukiskan keindahannya dengan kata-kata.

Seorang kawanku menyertaiku hingga sampai ke kos, dia ingin mengambil data percobaan yang kebetulan aku simpan. Selagi aku menyalinkan data untuknya, dia membaca artikel-artikel astronomiku. Dia begitu takjub dan turut tertarik pada astronomi. Dia begitu terpesona seperti diriku yang tak henti-hentinya terpesona dengan langit. Langit dengan bulannya, dengan lintangnya, dengan planet-planetnya, dan dengan seluruh keajaiban warna, komposisi, serta fenomenanya. Subhanallah, begitu agungnya ciptaan Allah. Tentunya sang Pencipta yang menciptakan semua keagungan dan keindahan tersebut lebih Agung dan lebih Indah lagi. Ingin kubertemu dengan-Mu ya Allah.

Seusai aku menuliskan data pengamatan, kami memandang kembali ke langit. Aku begitu takjub karena bulan sabitnya menjadi lebih terang dengan siluet bulatnya bulan. Pun Venus terlihat sangat besar. Aku begitu terpesona. Seingatku, ini adalah Venus terbesar yang pernah kulihat sepanjang hidupku. Saat itu waktu menunjukkan pukul 18.26 WIB. Subhanallah…. Maha Suci Allah.

Karena waktu telah memasuki waktu Maghrib, aku pun segera menunaikan ibadah wajibku itu. Seusai beribadah, aku kembali menatap langit. Waktu menunjukkan pukul 18.47 WIB. Siluet bulan telah hilang berganti gelapnya malam, namun cahaya yang dipantulkannya menjadi kuning telur dadar. Venus tidak sebesar senja tadi, tinggal titik kecil kuning yang kulihat. Meskipun demikian, Venus kali ini masih tetap lebih besar daripada di hari-hari yang lain.

Aku begitu takjub pada keindahan langit senja ini. Penasaran, kulihat kalender astronomi yang kupunya. Subhanallah… memang pada hari ini jadwalnya kita menyaksikan keindahan Bulan – Venus. Kulihat waktu terbaiknya, ternyata 18.30 WIB adalah waktu terbaiknya. Aku bersyukur sekali dapat menyaksikan keindahannya, empat menit sebelum jadwal perkiraan. Subhanallah…

 

Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi serta di dalam pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir….”

(Q.S. Ali Imran: 190)


NB: Oia, kawan-kawan.. besok, 21 April 2007, selain hari Kartini... juga adalah Hari Astronomi tahun ini. Yuk, semarakkan hari esok dengan memperluas pengetahuan kita tentang astronomi!



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help