khanifa - re_here :P

ReviewReviewReviewReviewUsagi Yojimbo: Shades of DeathJun 29, '08 11:13 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Comics & Graphic Novels
Author:Stan Sakai
Graphic novel? Hahaha, kalimat tersebut benar-benar berhasil membuatku tergelitik untuk membeli buku ini. Aku mencari penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan graphic novel di seluruh penjuru cover buku ini, tapi tak kunjung kutemukan. Alhasil, dengan berspekulasi mengenai baik-buruknya buku yang masih tersegel rapat ini, aku membelinya.


Begitu sampai di rumah, segera kubuka buku yang unik ini. Seketeika aku tertawa. Oh, la la! Graphic novel = komik! Pada awalnya, aku agak kecewa namun kekecewaan tersebut terobati setelah membacanya. Komik ini tak seperti komik yang sering kita temui pada umumnya. Sungguh, aku bahkan menderetkannya dalam deretan buk terbaikku!


Komik ini mengisahkan tentang perjalanan seorang ronin yang berwujud kelinci. Yups, kelinici! Hampir seluruh tokoh dalam komik ini adalah binatang (tapi mereka tidak merasa bahwa mereka adalah binatang, hohoho....). Yah, kita bisa menggolongkannya dalam fabel. Muatan dari cerita-cerita dalam komik ini adalah cerita klasik idealis: kebearan akan selalu menang, kenyataan dan kebenaran tak selalu manis, hidup ini penuh dengan perjuangan.


T-O-P banget! Salut banget dengan komik ini karena banyak sekali pelajaran moral yang dapat kita ambil dari setiap ceritanya. Jenis-jenis kisah yang saat ini sudah sangat jarang kita temukan, apalagi bila ditujukan pada anak-anaka, dapat kita temui dalam komik ini. Cerita-cerita dalam komik karya Stan Sakai ini tidak mengumbar impian, mimpi, maupun khayalan belaka. Sarat akan pesan moral yang berharga. Walaupun demikian, penyampaian dan penajiannya benar-benar tidak membosankan. Penulisnya, yang berkali-kali memenangkan Eisner Award dan juga penerima Parents’ Chioce Award, benar-benar menyampaikan pesan-pesannya dengan elegan.


Salah satu kisah yang cukup menarik adalah saat Usagi mengeluh pada gurunya dalam “Kebun Usagi”. “Sensei, kenpa kita menanam sendiri makanan kita? Bukankah penduduk desa memberikan sebagian kelebihan hasil bumi mereka sebagai ganti nasihat dan bantuan anda melawan para penjahat!”. Mendengar keluhan itu, sang Guru memberikan penjelasan yang bijak. Kemudian beliau memberikan ujian pada Usagi. Usagi harus mengolah kebunnya sendiri untuk menumbuhkan bibit-bibit yang diberikan kepadanya. Bila Usagi berhasil, ia boleh tetap berguru pada sang Guru. Namun bila gagal, ia harus pergi dari perguruan tersebut.


Usagi yang merasa bahwa ujian tersebut tidak sulit, bekerja dengan giat. Ia yakin akan lulus. Namun seiring dengan berjalannya waktu, keyakinannya semakin menipis. Tak satu pun bibit yang ia tanam di kebunnya tumbuh. Hingga sehari sebelum hari penentuan tiba, masih tak satu pun bibit-bibit tersebut tumbuh. Terbesit dalam benaknya untuk mencuri tanaman penduduk yang tumbuh dengan suburnya sebagaimana kebun gurunya. Bagaimana Usagi mengakhiri ujiannya? Luluskah ia pada ujian tersebut? Mengapa tak satupun bibit yang ditanam Usagi tumbuh?


Hohoho, penasaran? Ayo baca bukunya. Pinjam? Beli dooongg.... :D


ReviewReviewReviewReviewKick Andy: Kumpulan Kisah InspiratifJun 29, '08 11:10 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Andy F. Noya
Ini dia reality show terdepan di negeri ini yang menurut saya tak hanya mementingkan rating, tapi juga mutu. Saya yakin, banyak di antara pembaca review ini juga merupakan penggemar reality show “Kick Andy”. Kini Andi F. Noya, sang host dari acara tersebut, telah meluncurkan bukunya dengan judul yang sama dengan acaranya. Sudah beli? Yups, saya sudah membeli dan membacanya.


Tidak rugi membeli buku ini. Apalagi bila Anda sering tak sempat mengikuti acara “Kick Andy”, padahal Anda adalah penggemar acara tersebut. Mengapa? Karena buku ini merupakan rangkuman dari episode-episode menari di “Kick Andy”. Ditambah lagi, dalam buku ini, diceritakan pula latar belakang serta sejarah penayangan “Kick Andy” yang tidak singkat. Jadi, ayo ayo beli! (Weleh, saya dibayar berapa sih sama penerbitnya? :P)


Salah satu kisah yang cukup menarik dalam “Kick Andy” adalah tentang sebuah keluarga di Salatiga yang harus menyerahkan anaknya untuk diasuh sebuah keluarga berkebangsaan Jerman lantaran kesulitan ekonomi (na’udzubillahi min dzalik). Menarik, karena setting dari cerita ini adalah kota kelahiran saya. Melihat dan membaca kisah ini, saya tak tahu harus bahagia atau bersedih.


Bahagia, karena Kiyati dapat dipertemukan kembali dengan orang tua kandungnya. Seperti cerita yang happy ending, pertemuan antara ibu dan anak. Sang anak telah hidup dalam kehidupan yang lebih baik (dalam kacamata duniawi). Sekolah lancar dan jadi orang sukses, anak adopsi yang tinggal di manca negara hampir di sepanjang hidupnya namun masih berniat untuk mencari orang tua kandungnya, dan akhirnya bertemulah ia dengan orang tua kandungnya. Tampak menyenangkan bagi kedua belah pihak, bukan?


Bersedih, karena saya tak habis pikir. Bagaimana aqidah yang ditanamkan pada diri Kiyati kecil yang kemungkinan besar tetap dipertahankannya hingga kini dari surat ibu kandung Kiyati, tampak bahwa sesungguhnya Kiyati berasal dari sebuah keluarga muslim. Lalu apa aqidah sang keluarga Jerman dan apa yang mereka tanamkan pada Kiyati kecil? Padahal sesungguhnya setiap manusia dilahirkan sebagai seorang muslim. Orang tuanyalah yang menjadikannya nasrani, yahudi, ataupun majusi. Betapa bagaimana sebenarnya tanggung jawab orang tua kelak di hari pertanggungjawaban, saya tak mampu membayangkan.


Ah, semua itu di luar kuasa saya. Apalagi hal tersebut sudah keluar dari jalur review buku ini bukan? Over all, buku ini bagus. Sebuah inspiring book, penguak fakta, dan penggugah semangat. Anda juga dapat turut merasakan penderitaan para Junghun-Ianfu sejak zaman penjajahan Jepang, wawancara dengan seorang pahlawan Timor Leste yang dianggap berkhianat, dan masih banyak yang lainnya.


ReviewReviewReviewReviewAKU Jun 29, '08 11:01 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Sjuman Djaya
Siapa ingat pada buku ini? Benar, buku ini sempat kembali tenar lantaran film “Ada Apa dengan Cinta?” (AADC). Pada saat pesona AADC masih hangat, aku menyempatkan diri untuk memburu buku ini. Sayangnya, perburuan itu tidak berhasil. Justru baru beberapa waktu yang lalu, saat diselenggarakan “Islamic Book Fair” di Senayan-Jakarta, aku menemukan buku ini. (kok bisa ya masuk ke “Islamic” book-genre? :P). Karena sudah lama penasaran, langsung saja aku beli.

“Aku” karya Sjuman Djaya ini ternyata merupakan sebuah skenario yang belum pernah diwujudkan oleh sang penulis yang juga sang sutradara. Ingat “Aku”, ingat Chairil Anwar. Skenario ini memang dimaksudkan oleh Sjuman Djaya untuk mewariskan semangat penyair besar tersebut. Di dalam skenario ini, diceritakan riwayat Chairil Anwar sejak kanak-kanak hingga meninggal.

Dari “Aku”, kita dapat menyelami pribadi seorang Chairil Anwar dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan pendeskripsian yang cukup detail, Sjuman Djaya berhasil membuat kita membayangkan sosok Chairil Anwar dalam pikiran kita. Mata Chairil merah menyala, ia sangat menyayangi ibunya dan membenci ayahnya, ia bebas tak mau dikekang, semangatnya menyala-nyala, ia seorang hiperseks – tak puas hanya dengan seorang wanita.

Wew, hiperseks.. aku baru tahu tuh! Akibat dari perilaku Chairil yang demikian, ia terkena penyakit pada kelaminnya, anaknya terlahir cacat, istrinya menceraikannya, dan ia dilarang menemui anaknya. Tak terperikan rasanya bila kita menjadi seorang Chairil. Walaupun demikian, Chairil sangatlah mencintai anaknya. Ia bahkan bertekad akan membuat anaknya yang cacat bisa berjalan. Sayangnya, hingga akhir hayantnya yang cukup menyedihkan, ia belum bisa mewujudkan tekad tersebut.

Di balik seluruh kekelaman tersebut, terdapat kejenius yang patut diacungi jempol dalam diri seorang Chairil Anwar. Chairil adlah seorang pendobrak, terutama dalam dunia sastra. Sajak-sajaknya menmbus batas, meletup-letup menlanggar seluruh dogma ke-sajak-an, bahkan dianggap menyimpang. Dengan sajak-sajaknya, ia berjuang turut mengobarkan semangat para pejuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan negeri tercinta, Republik Indonesia. Dari sajaknya pula, kita dapat melihat sisi romantis dari seorang Chairil Anwar.

Setelah membaca buku ini, mataku terbuka tentang proses kreatif sang pujangga yang penuh dengan pergolakan. Pujangga yang sudah kita kenal sejak duduk di Sekolah Dasar. Betapa dari pelajaran sastra, kita dibacakan sajak-sajaknya. Dalam benak kita, akan terbayang sosok Chairil yang serius, tekun, bersemangat, dan (mungkin) orang baik-baik. Dengan membaca buku ini, kita akan dihadapkan pada suatu realita bahwa kenyataan tak selalu seindah bayangan. Kita dapat menilai dengan lebih obyektif, sosok dari pujangga yang sering diidolakan oleh para pecinta sajak.

Hikmah yang dapat kupetik, benarlah bahwa tak ada di dunia ini yang lebih patut untuk kita idolakan selain Rasulullah Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam.
Anda pengagum Chairil Anwar dan sajak-sajaknya? Anda harus membaca buku ini.


ReviewReviewReviewReviewHafalan Surat DelisaMar 11, '08 12:03 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Tere-Liye
Membaca buku ini serasa memeras kantung air mata. Bagaimana perjuangan seorang Delisa untuk menghafalkan bacaan shalat. Dia yang begitu bersemangat menghafalkannya tak diizinkan oleh sang Kuasa untuk menyelesaikan shalatnya dengan bacaan yang lengkap untuk pertama kali lantaran diterjang ganasnya tsunami Aceh 2006.

Suatu bukti keagungan-Nya yang membuat Delisa masih diberi kesempatan untuk hidup dan menuntaskan hafalannya. Namun naasnya, seluruh hafalan shalat yang pernah ia hafalkan hilang seluruhnya. Ditambah dengan meninggalnya ibu beserta ketiga orang kakaknya dalam musibah itu, Delisa terpaksa harus menjadi dewasa sebelum waktunya (ia berumur 6 tahun). Cacat akibat tsunami juga telah merenggut beberapa bagian tubuhnya.

Delisa masih terus bergelut dengan hafalan shalatnya karena ia begitu ingin melaksanakan shalat dengan sempurna. Tapi rintangan besar masih saja menghalangi usahanya untuk menghafal. Bacaan-bacaan yang tertulis dalam bahasa Arab di buku yang diberikan oleh suster yang merawatnya seolah menolak untuk dihafal oleh Delisa.

Ada apa sebenarnya di balik semua ini? Akankah Delisa dapat menghafalkan seluruh bacaan shalat itu? Bagaimana ia menanggulangi kesedihan dan kerinduannya akan keluarganya?

Saya sangat menganjurkan Anda untuk membaca buku karangan Tere-Liye ini. Dari sini kita dapat mengambil berbagai hikmah tentang keikhlasan, ketulusan, dan masih banyak lagi. Tere-Liye yang menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia telah menyuguhkan sebuah cerita yang sangat menggugah. Dengan gaya bercerita yang tidak menggurui, dia dapat menyampaikan pesan-pesan moral dengan sangat halus.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help