Dunia buku bukanlah dunia yang asing bagi saya. Sejak kecil, buku adalah dunia yang sangat akrab bagi saya. Saya bisa membaca sejak sebelum masuk Taman Kanak-Kanak, hampir setiap pekan kami sekeluarga menghabiskan liburan di toko buku, setiap saat dan di manapun kami tak lepas dari buku. Bahkan untuk saya, ke WC pun harus bawa buku. Bagi saya sendiri, buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Banyak hal-hal baru yang saya peroleh melalui buku, menembus batas yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, kiranya memberikan saya kelebihan yang tak semua orang miliki. Dari buku-buku yang saya baca sejak kanak-kanak, keinginan yang kuat untuk selalu maju dan melewati target-target yang terdengar mustahil selalu muncul dalam benak saya. Bisa dikatakan bahwa hal itulah yang mengantarkan saya pada pencapaian selama ini. Karena banyak di antara buku-buku bacaan saya merupakana biografi, satu prinsip yang sulit saya lepaskan hingga sekarang adalah: Bila mereka bisa, saya pun juga bisa. Terdengar terlalu memaksa mungkin, tapi prinsip itu sangat membantu. Apalagi saya juga teringat akan ucapan Thomas Alva Edison, “Yang dinamakan bakat adalah 1% ilham dan 99% kerja keras”. Rasanya pas sekali untuk mendukung suatu cita-cita untuk kemudian dicapai. Melalui buku, saya dapat menjelajahi dunia tanpa harus benar-benar berada di negara tersebut. Saya juga dapat kembali ke masa lalu maupun membayangkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang dengan berbagai kisah dan tulisan dalam buku. Kematangan pemikiran dan emosi pun banyak saya peroleh melalui buku. Buku sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan, tak perlu diragukan lagi. Buku sudah menjadi bagian dari kehidupan saya. Saat pulang, saat merasa ada yang kosong, buku adalah hal yang patut untuk saya cari. Cukup menyedihkan rasanya mendengar isu bahwa harga buku akan dinaikkan sekian persen yang cukup mencekik kalangan mahasiswa seperti saya. Dengan anggaran buku yang seperti sekarang saja, saya masih merasa kekurangan bahan bacaan. Bagaimana nanti apabila harga buku benar-benar dinaikkan? Mengingat kedekatan saya dengan buku, saya sangat bersyukur karena ada pihak-pihak yang peduli dengan komunitas pecinta buku dengan diselengarakannya pesta-pesta buku seperti Islamic Book Fair, Pesta Buku Jakarta, diskon besar-besaran di TM Book Store, dan lain-lain. Melalui event-event tersebut, buku-buku dapat dibeli dengan harga yang terjangkau. Event-event tersebut perlu dilestarikan, bahkan ditingkatkan. Bagaimana mungkin bangsa, yang bisa dikatakan rendah minat bacanya, tertarik untuk gemar membaca apabila harga buku melambung? Selain untuk meningkatkan konsumsi buku, event-event seperti telah tersebut di atas dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui kompetisi-kompetisi yang mendidik. Lomba menulis essai, puisi, resensi, dan sebagainya dapat menjadi media yang cukup jitu. Pun acara tidak hanya pameran yang menjual buku-buku dengan harga yang terjangkau, tetapi juga meliputi aspek analitis seperti bedah buku, talkshow, dan lain-lain. Bila hal tersebut terus digencarkan dan merangkul semua kalangan masyarakat, bukanlah suatu hal yang mustahil akan terlahir bangsa Indonesia yang gemar membaca. Akhir kata, mari terus membaca!
Aku sering hanya bisa tersenyum dan menolak saat banyak teman-teman mengajak untuk aksi turun ke jalan meski diberi judul "Aksi Damai". Biasanya mereka tak mengejar alasan mengapa aku tak ingin ikut. Tentunya aku punya alasan yang syar'i untuk menolak ikut.
Baru-baru ini, aku membuka mailist angkatan kami. Aku cukup kagum melihat betapa anak-anak angkatanku tak lagi malu-malu mengungkapkan pendapatnya, termasuk tentang aksi ini. Aku tersenyum simpul saat membaca puisi yang ditulis oleh seorang rekanku. Rekan ini bisa dikatakan sebagai orang yang biasa-biasa saja yang tidak fanatik ke salah satu pihak yang sering dikenal sebagai anti-aksi turun ke jalan.
Ya, aku tahu. Aksi tidak dilakukan begitu saja tanpa persiapan yang matang dari pemikiran, pematangan, pencerdasan, izin di kepolisian, dll yang sering dijelaskan oleh para pro-aksi. Namun saat aksi tersebut benar-benar dilaksanakan, apa sebenarnya output yang dibuahkan?
Ingat latar belakang pengharaman khamr? Khamr (begitu juga babi, darah, dll) diharamkan bukan karena tidak ada manfaat yang terkandung di dalamnya, melainkan karena mudharatnya lebih banyak dari pada manfaatnya. Lalu dalam kasus yang kita bahas saat ini? Memperbesar terjadinya ikhtilat, mengganggu kenyamanan umum, pencemaran nama baik (ga sengaja emang gitu lho..), menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah, membuat ekonomi kian terpuruk (nah loh...., ga nyadar kan?), menimbulkan fitnah (orang-orang bisa menafsirkan keliru tentang aksi yang dilakukan sehingga merugikan pihak-pihak tertentu), dll. Sedangkan pada akhirnya, apa sih inti dari aksi itu sendiri? Menuntut, mengingatkan, memperlihatkan masalah? Lalu apakah itu menjadi solusi? Pun bila tuntutan itu terpenuhi, bagaimana bila dibandingkan dengan mudharat-mudharat yang ditimbulkan? Ingat latar belakang peng-haram-an khamr.
Yah, cukup segitu dulu. Berikut ini kutipan puisi dari seorang rekan elektro yang kusebutkan di awal tulisan ini.
Bukannya Aku Malu Turun ke Jalan
Maaf teman, Bukan aku malu turun ke jalan. Bukan aku tidak ingin berjuang. Tapi aku punya hati dan pikiran. ke mana aku akan berjalan.
Temanku... Hidup kita memang sedang susah. BBM naik, harga kebutuhan pokok ikut naik. Orang miskin semakin banyak bergeletakan. Pendidikan pun sangat sulit didapatkan.
Wahai sahabatku, Berteriak bukanlah suatu pembuktian. Kepalan tangan bukanlah suatu penyelesaian. Pikiran jernih dan hati yang tenang. Itulah yang saat ini lebih kita butuhkan.
Teman, Coba ingat siapa kita sebenarnya! Coba ingat apa tugas kita sebenarnya! Coba ingat apa tujuan kita sebenarnya! Dan coba cari tahu bagaimana cara kita menggapainya!
Kalau aku boleh mengingatkan. .... Kita adalah mahasiswa teknik, calon insinyur, bakal orang-orang terdepan punggawa teknologi.. Tugas kita adalah menympaikan teknologi yang kita pelajari.. Tujuan kita adalah membuat lingkungan (baca: Indonesia) kita jadi lebih baik.. Caranya menggapainya adalah belajar, bekerja, dan berkreasi..
Mengertilah teman, Bukannya aku malu ke jalan Tapi aku ingin berkontribusi dengan langkah yang lebih pasti Bukannya aku tidak ingin berjuang Tapi aku ingin memetik hasilnya nanti
Bayangkanlah teman, sendainya kita berhasil nanti... Kita tak perlu membeli BBM konvensional yang mahal, karena teman kita dari teknik kimia telah menemukan energi alternatif baru. Kita tak perlu khawatir listrik padam, karena teman kita dari teknik elektro telah mengembangkan solar cell murah. Kita tak perlu takut gempa, Karena teman kita dari teknik sipil dan material telah menemukan pondasi anti gempa. Kita bisa hemat energi, karena teman kita dari teknik metalurgi dan material menemukan super konduktor suhu kamar. Kita tidak perlu berlibur ke dubai, karena teman kita dari arsitektur telah merancang hotel tertinggi di dunia. Kita tidak perlu membeli mobil merek Jepang atau Eropa karena teman kita dari teknik mesin telah memproduksi mobil dalam negeri. Kita tidak perlu takut menganggur, karena teman kita dari teknik industri banyak membuka badan usaha sendiri.
Dan pada saat itu juga kita tidak perlu lagi. Berdarah-darah turun ke jalan. Merusak fasilitas umum yang dibangun dari uang rakyat. Membuat persoalan baru yang seharusnya tidak perlu ada. Dan menyita waktu pemerintah untuk memikirkan kerusakan yang kita buat.
Sementara.. Apa yang kita lakukan merugikan banyak orang. Apa yang kita dapatkan hanyalah hujaman peluru aparat. Sedangkan tidak pernah ada solusi yang kita tawarkan.
Jadi maafkan aku ya teman. Jika aku tidak ikut kalian turun ke jalan. Karena aku punya banyak impian. Yang akan lebih bermanfaat jika dapat kuwujudkan.
* * *
Terima kasih, kawan.. karena telah mengingatkan aku untuk turut menyuarakan kebenaran. Barakallahu fiik....
Review skor tim futsal elektro (putri) di Teknik Cup (TC) 2008 sejak penyisihan hingga final: Elektro vs Kimia 2-0 Elektro vs Arsitektur 1-0 Elektro vs Metalurgi 1-0 Elektro vs Mesin 2-0 Elektro vs Industri 1-0 * * * Seru! Ini adalah pertandingan paling sengit selama TC 2008. Terang saja karena ini adalah final tim futsal putri, Teknik Elektro vs Teknik Industri (TI). Suatu situasi yang menguntungkan saat elektro mendapatkan kesempatan kick off dan pertahanan TI tidak begitu kuat sehingga Ulfa dapat melakukan shoot dengan sempurna. Masuk! 1-0 untuk elektro. Kesempatan-kesempatan berikutnya tidak semudah shoot pertama. Back dari TI selalu siap menghadang sementara control dari pemain depan elektro kurang baik sehingga kesempatan untuk shoot melayang begitu saja. Pihak elektro yang menerapkan strategi press juga cukup membuat TI kewalahan. Walaupun demikian, strategi ini membuat bagian belakang formasi elektro menjadi agak kosong. Di sinilah kiper berperan untuk berani maju untuk menghadang maupun menangkap bola. Rupanya kiper TI melihat situasi ini sehingga lemparan bola jauh menjadi plihan yang cukup jitu. Di lain pihak, aku sebagai kiper tunggal elektro merasakan bahwa inilah saatnya unjuk gigi habis-habisan. Inilah kasus bola di depan gawang-elektro terbanyak selama TC 2008. Aku harus berkali-kali berani menjatuhkan diri untuk memeluk bola. Di satu waktu, aku yang telah menangkap bola harus tertindih oleh dua orang pemain TI dan elektro yang berusaha merebut dan mempertahankan bola. Seru!!! Aku mengakui hal tersebut. Aku juga mengakui bahwa sebenarnya tim elektro belum bermain maksimal. Banyak kasus, terjadi dua pemain elektro berada di tempat yang sama untuk memperebutkan bola. Padahal, semestinya salah seorang bisa menjauh dan membuka ruang untuk pass. Walaupun demikian, sudahlah.... We are the champions! Tiba-tiba seorang pemain TI sedang shoot ke gawang elektro dan saya segera menangkapnya dengan bonus: kepala saya membentur tiang gawang. Kemudian “Priiit...priiit...priiiit!!!!” peluit wasit berbunyi tiga kali, tanda pertandingan telah berakhir. Seketika supporter elektro bersorak gembira dan terdengarlah yel elektro. Elektrooo!! “Elektro... elektro... elektro!!!” Dengan menangnya tim futsal elektro putri, maka dipastikan bahwa elektro menjadi juara umum lagi di TC kali ini. Memang agak disayangkan karena tim futsal elektro putra tidak menyempurnakan kemenangan ini dengan medali emas pula. Tim futsal putra gugur saat final sehingga hanya dapat membawa pulang medali perak. But over all, elektro is the best! * * * Dengan hasil pertandingan tim futsal elektro putri ini, Ulfa (Elektro '04) dapat disebut sebagai top scorer wanita dan saya (Elektro '06) bolehlah disebut sebagai the best keeper . Gawang kami masih perawan!!!
Sebelum bicara lebih jauh tentang “Stellarium, How To Download?”, saya mau cerita dulu tentang stellarium itu sendiri. Bagi teman-teman yang tidak begitu tertarik dengan dunia astronomi, ada kemungkinan tidak familiar dengan istilah stellarium. Stellarium adalah suatu software yang dapat memudahkan pengguna awam untuk lebih menjelajahi peta langit melalui layar komputer. Pada awalnya, software ini hanya digunakan oleh planetarium. Bagi yang pernah ke planetarium (kalo di Indonesia ada di Taman Ismail Marzuki, Jakarta), stellarium diperlihatkan dalam sebuah kubah setengah bola yang menyerupai langit yang sering kita lihat. Setahap demi setahap, kita bisa mengetahui letak dan bentuk konstelasi-konstelasi bintang yang seringkali namanya telah kita kenal. Sekarang, software stellarium telah banyak beredar di internet dan dapat di-download secara gratis maupun bayar. Nah, sekarang masuk ke “How to Download Stellarium?”. Beberapa waktu yang lalu, seseorang yang mengunjungi album multiply saya memberikan link yang katanya ada program stellarium-nya. Saya senang sekali karena dulu saya pernah dapat installer stellarium dari teman saya, tapi tidak bisa dibuka. Selalu saja muncul pesan error. Kemudian sekarang diberi tahu link tadi, betapa senangnya Saya ikuti link tersebut, dan saya bingung! Di mana program stellarium-nya? Saya menemukan informasi-informasi tentang teleskop, binokular, dan pernak-pernik astronomi lainnya, tapi saya tidak menemukan stellarium! Saya penasaran ingin mencoba software stellarium, maka saya search via eyang google (andalan ummat ya.. ). Yups, segera saja saya disuguhi berbagai link yang memungkinkan saya untuk men-download stellarium secara gratis (dasar mahasiswa ). Saya kunjungi berbagai link yang disuguhkan, dengan penawaran versi stellarium yang bervariasi. Seluruhnya telah berhasil saya download. Tibalah saatnya untuk mencoba. Saya buka terlebih dahulu stellarium-0.9.0.exe. Muncullah pesan “The set up files are corrupted. Please obtain a new copy of the program.” Huhuhu, tidak bisa. Saya pikir ini karena tidak ada stellarium-0.9.0.part-nya. Kemudian saya lanjutkan ke stellarium-0.9.1.exe yang notabene ada stellarium-0.91.part-nya. Muncullah pesan “E:/lain-lain/stellarium-0.9.1.exe is not valid in Win32 application.” Hiks, tidak bisa juga. Ada apa ini? Padahal jelas-jelas saya sudah memilih pilihan download untuk OS Windows XP/2000/Vista. Saya jadi sedih, ayo dicoba lagi. Saya mencoba membuka stellarium-0.8.2.dmg dan muncullah pesan “Windows can not open stellarium-0.8.2.dmg.” Terakhir, saya coba file archive T-SQUARE. Ternyata, yang muncul adalah kotak dialog dengan kalimat “Unexpected end of archive.” Jadi sebenarnya, how to download stellarium? Iya, saya benar-benar tanya how to download stellarium? Saya bukan mau berbagi bagaimana caranya men-download stellarium, tapi saya bertanya bagaimana caranya men-download stellarium???!
Ini ada kutipan dari blog seseorang. * * * negeri
* * * Sekiranya kutipan di atas bisa membuka mata hati kita supaya bisa turut berkontribusi untuk kemajuan negeri kita tercinta. Tidak hanya bisa mengumpulkan massa dan berbicara menuntut tanpa memberikan solusi nyata. Sudah seharusnya pula kita menunjukkan keagungan ajaran dien kita yang mengatur setiap hal sampai sedetail-detailnya.
Indonesia merupakan Negara yang unik dikarenakan kemajemukan budaya, ras, dan agamanya. Tapi sensus dari periode ke periode menyatakan bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan Indonesia dinyatakan sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Keyakinan mayoritas tersebut, tak dipungkiri, sangatlah mempengaruhi budaya-budaya yang ada di Indonesia. Sayangnya, hal tersebut justru tidak ditunjukkan dalam penampilan budaya Indonesia. Pulau Dewata dan Borobudur yang tidak merepresentasikan aspek riil bangsa Indonesia justru lebih ditonjolkan dalam dunia pariwisata. Oleh karena itu, berdampingan dengan program pemerintah “Visit Indonesia Year 2008”, SALAM Universitas Indonesia yang memiliki jaringan kampus nasional bermaksud untuk turut serta menampilkan budaya Indonesia yang sesungguhnya. Wajah Muslim Indonesia merupakan event yang dilaksanakan oleh SALAM Universitas Indonesia berskala nasional. Insya Allah akan melibatkan LDK se-Indonesia. Bentuk acaranya berupa perlombaan (kategori pelajar, mahasiswa, dan umum), Talkshow, Festival Seni Budaya Islam, Bazaar, dan lain-lain. Khusus rekan-rekan mahasiswa Universitas Indonesia yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan berskala nasional ini, silahkan melakukan registrasi kepanitiaan dengan cara mengirim sms dengan format sebagai berikut: NPM_FAKULTAS_NAMA_DIVISI_NO.HP_EMAIL contoh: 0706276664_FASILKOM_ArdianKusumaJaya_08569909099_ardi@yahoo.com kirim ke salah satu nomor di bawah ini (kalo sesama operator lebih murah kan ) : arif : 085694063457 andro : 081359161405 khanifa : 02199860708 Boleh juga via email khanif_almustaqiem@yahoo.com dengan subject OR WMI. File mencantumkan nama lengkap, NPM, asal fakultas, divisi yang diminati, serta contact number.
Kami tunggu kontribusi rekan-rekan……..! (dicopy dengan sedikit perubahan dari arif)
 | Sapi!!! | Apr 9, '08 11:02 AM for everyone |
Beberapa hari terakhir ini, saya sering terbangun di tengah malam dan tergerak untuk mendengarkan siaran radio Pro3 RRI dengan jargonnya "Jaringan Berita Nasional". Tampaknya isu kenaikan harga minyak tanah tengah menjadi berita hangat. Dampak dari kenaikan harga minyak tanah ini terasa lebih banyak menyengsarakan rakyat daripada tercapainya tujuan yang diharapkan oleh pemerintah. Program konversi dari minya tanah ke gas yang dicanangkan ternyata bukan merupakan solusi bagi rakyat berpenghasilan rendah. “Ya, kalau minyak tanah kan bisa diecer setengah sampai satu liter ya saya masih nyandhak, Kalau gas kan untuk ke depannya kita harus beli sendiri, langsung satu tabung. Nggak bisa ngecer-ngecer. Saya nggak nyandhak itu.. Lha kalau minyak tanah ini naik harganya, saya harus bagaimana?” demikian komentar seorang ibu di Bantul terkait kenaikan harga minyak tanah. Beberapa pengusaha kecil yang menggunakan minyak tanah pun mengalami dilema. Dengan harga minyak tanah yang berkisar antara Rp2.700,00 – Rp3.000,00 ini, mereka masih bisa bertahan untuk tidak menaikkan harga jual produknya. Namun bagaimana bila harga minyak tanah mencapai Rp8.000,00, sementara harga bahan-bahan pokok juga terus melambung? “Mau tetep nggak dinaikkan ya gimana… mau dinaikkan juga takut nggak laku,” ibu Ginuk, pengusaha pia-pia di Solo, menuturkan dilema usahanya. Komentar serupa juga diungkapkan oleh beberapa pengusaha kecil lainnya. Menanggapi isu ini, seorang pendengar mengusulkan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) sebagai solusinya. Hal tersebut tentunya juga harus diikuti dengan diperluasnya lapangan pekerjaan. Bila perekonomian masyarakat sudah mapan, maka kenaikan harga pun tidak akan menjadi suatu masalah yang besar. * * * Sapi! Itulah yang muncul dalam pikiran saya sebagai solusi dari masalah ini. Nggak nyambung? Eits, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Saya teringat akan sebuah desa di Salatiga yang pernah saya observasi dalam menyusun sebuah karya tulis. Dalam benak saya, masyarakat dari desa yang terkenal dengan sekolah alternatif Qaryah Thayyibah itu Insya Allah akan tetap adhem tentrem tidak terpengaruh dengan kenaikan harga gas dan minyak tanah. Apa lantaran? Karena sapi. Seyogyanya, pemerintah mulai mempertimbangkan untuk menggalakkan pengembangan peternakan sapi. Dari sapi, beberapa persoalan bangsa ini Insya Allah akan dapat teratasi. Nggak percaya? Jawabannya adalah biogas. Begini penjelasannya. Pemerintah cukup memberikan subsidi untuk pembangunan instalasi penampungan biogas di beberapa daerah yang memiliki ketergantungan pada minyak tanah. Biaya yang dikeluarkan relatif kecil mengingat desa yang saya sebut sebelumnya dapat membiayai pembangunan instalasi tersebut secara mandiri. Instalasi ini, bila tidak dikorupsi oleh oknum tertentu, dapat bertahan hingga 20 tahun. Selama kurun waktu tersebut, produksi biogas yang hakekatnya adalah gas methan dan dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak, akan dihasilkan secara kontinu. Lalu bagaimana dengan daerah yang tidak memungkinkan untuk dikembangkannya peternakan sapi secara efisien? Jangan khawatir. Cukuplah daerah tersebut diberikan “sumbangan” berupa kotoran sapi sebagai pemicu perkembangan bakteri Methanococcus penghasil gas methan. Selanjutnya, bahan pokok biogas tersebut dapat digantikan dengan (maaf) kotoran manusia. Gas methan yang dihasilkan dari kotoran sapi ini selain renewable, juga ramah lingkungan. Limbah dari bahan pokoknya dapat dialirkan ke sawah atau kebun untuk menyuburkan tanah. Pun penduduk dapat menambah penghasilan dari pupuk yang diolah dari limbah tersebut. Sementara itu, kadar karbon yang dihasilkan dari pembakaran gas methan sangatlah kecil, mendekati proses pembakaran sempurna. Jikalau biogas ini bocor, tidak akan berbahaya karena bukan merupakan gas beracun. Bahkan daur gas ini sangat simple sesuai dengan siklus nitrogen yang dilakukan oleh bakteri-bakteri nitrogen (penjelasan lebih lanjut bisa dilihat di buku Biologi SMA Kelas X Kurikulum Berbasis Kompetensi :P). Dari penjelasan di atas, sudah ada dua permasalahan yang teratasi: bahan bakar dan lingkungan. Tapi masih ada satu lagi yang dapat diatasi dengan dikembangkannya peternakan sapi, yaitu permasalahan gizi buruk. Dengan dikembangkannya peternakan sapi, susu sapi akan dapat diperoleh dengan mudah dan dengan harga yang lebih terjangkau. Kandungan yang terdapat di dalam susu sangatlah bermanfaat dalam pemenuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, apalagi pada anak-anak. Pemenuhan gizi sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kecerdasan otak. Hal ini tentunya sangatlah penting untuk diperhatikan, terutama pada anak-anak, karena anak-anak adalah calon-calon pemimpin bangsa
Saat masih kecil, apa yang sering dinyanyikan oleh orang tuamu untuk menghiburmu? Ini adalah salah satu lagu jenaka yang sering dinyanyikan oleh ayahku untuk menghiburku. Montor-montor cilik, sing nunggang mblenetMaju liak-liuk, ngantuk theklak-theklukMak jegrek ing tengah kretegAna grobag mandhegGrobage isi babiAmbune ra patek wangiPak Gedhe cungar-cungirPak Cilik jebar-jebirMontore muni mak ngokBabine senggrak-senggrokNgok..ngok..ngook..Grok..grok..grook...Maknanya kurang lebih seperti ini Mobil-mobil kecil, bila dinaikin jadi memendek (karena beban) Maju meliuk-liuk, membuat penumpangnya mengantuk Tiba-tiba terhenti di tengah jembatan
Ada gerobak terhenti Gerobaknya memuat babi Baunya tidak begitu sedap
Sang Uwak menahan bau tak sedap Sang Paman bersin-bersin
Mobilnya mengeluarkan suara 'ngok' Babinya bersuara 'grok'
Ngok..ngok..ngoook.. Grok..grok..groook...
Saat masih kecil, apa yang sering dinyanyikan oleh orang tuamu untuk menghiburmu? Ini adalah salah satu lagu jenaka yang sering dinyanyikan oleh ayahku untuk menghiburku. Montor-montor cilik, sing nunggang mblenetMaju liak-liuk, ngantuk theklak-theklukMak jegrek ing tengah kretegAna grobag mandhegGrobage isi babiAmbune ra patek wangiPak Gedhe cungar-cungirPak Cilik jebar-jebirMontore muni mak ngokBabine senggrak-senggrokNgok..ngok..ngook..Grok..grok..grook...
Maknanya kurang lebih seperti ini Mobil-mobil kecil, bila dinaikin jadi memendek (karena beban) Maju meliuk-liuk, membuat penumpangnya mengantuk Tiba-tiba terhenti di tengah jembatan
Ada gerobak terhenti Gerobaknya memuat babi Baunya tidak begitu sedap
Sang Uwak menahan bau tak sedap Sang Paman bersin-bersin
Mobilnya mengeluarkan suara 'ngok' Babinya bersuara 'grok'
Ngok..ngok..ngoook.. Grok..grok..groook...
Yuhuuu... siapa tergila-gila pada bintang? Sebenernya ga cuma bintang, lebih umum lagi, seluruh benda langit. Tapi tetep aja aku paling suka ngelihat bintang. Unik, menyimpan banyak informasi, ga jenuh dipandang mata, menenangkan hati, sering membangkitkan ilham... Kesukaanku pada benda-benda langit hampir membimbingku untuk memiliki Astronomi sebagai bidang yang kugeluti. Tapi ternyata di sana bukanlah jalan hidupku, aku nyasar ke dunia 0 dan 1: Electrical Engineering. Walaupun begitu, antariksa selalu memikat hatiku. Dari banyak pencarianku tentang bintang, aku pengen sedikit share apa-apa yang kutemuin dalam melihat bintang lebih dekat  Kali ini aku liatin deh, nama-nama bintang yang unik. * * *
Pernah dengar nama bintang Capella? Ya, itu adalah salah satu nama bintang yang disebut-sebut dalam lagunya Sherina  . Sebenernya Capella itu bintang yang mana sih????  Jadi begini teman-tema n. . Dalam kamus astronomi, CAPELLA dinobatkan sebagai bintang paling cemerlang dal am rasi Auriga (Pengendara Kereta Perang), rasi dalam Belahan Utara. Sebenarnya ia ada lah sebuah bintang ganda, terdiri atas dua bagian yang saling edar setiap 104 hari. Waduh, waduh.. Apa lagi itu bintang ganda? Ok, ok.. sabar. Bintang ganda ini, atau juga biasa disebut Bintang Pasangan ( binary), adalah sepasang bintang yang dihubungkan oleh gravitasi. Sebagian besar pasangan tampak sebagai bintang tunggal bagi mata telanjang, tetapi dapat terlihat terpisah dengan teleskop. Namun beberapa diantaranya begitu saling dekat sehingga adanya pasangan hanya dapat disimpulkan dari analisa cahaya gabungannya. Dalam beberapa pasangan, bintangnya secara berkala saling menghalangi. Jadi, dari keterangan tadi, kita tahu bahwa Capella bukan satu bintang yang berdiri sendiri. Capella itu sebutan untuk sepasang bintang tertentu. Ok, buat mengenal Capella lebih dekat (ciee, namanya aja kayak nama cewek cantik  ), kita selidiki dulu jati diri Capella. Capella terdiri dari dua buah bintan  g raksasa kuning yang memiliki temperatur kurang lebih sama dengan Matahari, namun berukuran lebih besar dengan cahaya yang lebih cemerlang. Salah satu anggotanya memiliki kecerlangan 50 kali kecerlangan Matahari, sementara bintang pasangannya 80 kali. Masing-masingnya memiliki ukuran 10 kali diameter Matahari dengan massa 2,5 kali massa Matahari. Bintang yang terletak di rasi Auriga ini tergolong sebagai bintang ganda "dekat", dimana sifat kegandaannya tidak dapat diamati melalui teleskop. Keduanya saling mengedari dalam jarak 60 juta mil atau kira-kira dua pertiga jarak Bumi-Matahari dengan periode orbit sekitar 104 hari. Sebagai bintang raksasa kuning, Capella adalah tipikal bintang yang sedang menjelang ajalnya setelah mengakhiri fase pembakaran hidrogen pada intinya. Bintang yang lebih cemerlang sedikit lebih masif dan aktif, telah hampir memulai reaksi fusi terhadap helium di intinya menjadi Karbon, sementara bintang yang lebih redup saat ini sedang mengeluarkan sisa-sisa Helium dalam inti bintang tersebut. Capella merupakan salah satu bintang yang dikenal sebagai sumber sinar X. Diduga, hal ini berasal dari aktifitas magnetik yang serupa dengan yang terjadi pada permukaan Matahari kita, namun bintang mana yang memancarkannya masih belum dapat dipastikan. Di belahan bumi sebelah utara katulistiwa, Capella bersinar hampir tepat diatas kepala pada setiap musim dingin. Ia adalah salah satu dari tiga bintang cemerlang di langit belahan utara setelah Arcturus yang muncul pada musim semi dan Vega pada musim panas. Walaupun ketiganya terlihat sama cemerlang, namun sebenarnya agak berbeda dalam penampakan maupun sifat-sifatnya. Arcturus relatif dingin dengan warna jingga, sementara Vega lebih panas dengan warna putih, sedangkan Capella sendiri berwarna kekuningan dengan temperatur menengah diantara keduanya. * * *
Oh, gitu toh.. Lumayan, jadi lebih tahu tentang bintang yang satu itu. Jadi bisa lebih menghayati lagunya Sherina kalo' nyanyiin lagi Btw, pengetahuan-pengetahuan di atas banyak diperoleh dari mas Dani dan juga kamus istilah astronominya. Buat nambah-nambah wawasan, bisa juga baca blognya Novi. Kalau gambar, bisa dicari lewat google. Thanks smuanya  .
Hhhh... kenapa ya akhir-akhir ini aku rajin banget belajar? (hueee... narsis :P) Ga tahu juga ya, rasanya kalo' ga belajar itu aneh banget. Bab demi bab "Intel Microprosessor" yang pada awalnya bikin aku mabok (karena full teori), akhirnya kulalap juga. Begitu juga "Electrical Circuit Analysis" yang dulunya paling enak buat bantal, sekarang jadi rajin kubaca. "Engineering Electromagnetics"? Ga ketinggalan juga. Ada apa gerangan ini? Ya, mudah-mudahan ini adalah sesuatu yang baik. Sekarang aku ga pengen nyeritain tentang buku-buku yang akhir-akhir ini rajin kubaca itu. Aku cuma pengen cerita tentang sebuah pengalaman masa kecilku yang sangat menyentuh si Aku Kecil. Kiranya pengalaman itu turut membentuk kepribadianku juga. ======
Pernah suatu ketika, di masa aku kecil, aku mengambil sepotong roti dan menggigitnya sedikit. Sebelum roti itu habis, aku melemparnya ke lantai. Tentu saja si Aku Kecil tidak berniat untuk memakannya lagi. Pernah juga, aku mengambil sebuah kroket kentang. Dasar deh, anak kecil ga tahu makanan enak. Dilemparlah sang kroket ke kebun. Tapi sekarang, membuang makanan adalah hal yang sangat kuhindari. Makan pun harus habis sampai butir-butir terakhir. Malah, kalau lagi baik hati, aku juga ikut membantu kalau temanku ga mampu menghabiskan makanannya.  Apa yang membuatku berubah sedemikan rupa? Saat aku kecil, ketika melihatku melakukan aksi buang itu, ibuku berkata "Aduuuh, jangan dibuang begitu. Kasihan. Coba kalau kamu bisa mengerti bahasa roti. Waktu kamu membuangnya, dia menangis lho! Katanya 'Huuu...huu.. kenapa aku dibuang? Aku kan ga salah apa-apa..'." Si Aku Kecil jadi terharu. Menangis dan mengambil kembali makanan yang dibuangnya. Bukan cuma masalah makanan. Ibu juga mengatakan hal yang serupa bila aku melempar-lempar buku ke lantai. Sampai sekarang, aku jadi sangat mencintai buku. ======
Ternyata, ucapan sederhana orang tua yang dapat merebut perasaan anak, dapat membentuk kepribadian yang sangat kuat terkait dengan konteks ucapannya. Ada juga nih, cerita temanku tentang temannya. Sebut saja si A. Pada saat si A masih kecil, dia selalu enggan merapikan kembali mainannya. Saat itu ibunya berkata "Ayo, diberesin mainannya kalau sudah selesai!" Apa kata si A? "Ah, ga usah Bu! Buat apa diberesin, nanti juga bakal berantakan lagi." Ibunya tak berkata apa-apa hingga tiba saatnya si A untuk makan. "Bu, lapar nih. Mau makan..." Sebelum sang Ibu menyiapkan makanan, sang Ayah berkata "Ga usah dikasih makan, Bu! Buat apa dikasih makan, nanti juga bakal lapar lagi." Si A terhentak. Perasaannya yang masih bersih tentu saja dapat mengambil pesan moral dari kejadian itu. Dia pun segera membersihkan mainannya. Sejak saat itu, ia juga tak pernah meninggalkan mainannya dalam keadaan berantakan.
 | U and I | Feb 10, '08 1:16 AM for everyone |
Pagi ini, aku bangun dan disambut oleh sebuah SMS dari temanku. Dari satu SMS yang kelihatan baik-baik itu, justru berbuntut panjang. Kami saling membalas SMS, ga mau kalah, mempertahankan harga diri masing-masing. Fufufu, habisnya dia duluan yang mulai. Biar sama-sama menikmati serunya SMS panjang ini, aku posting di sini aja. Orangnya juga ga keberatan kok kalo' aku nulis macem-macem tentang dirinya. Selanjutnya, aku akan menyebut dirinya sebagai "U" dan diriku sebagai "I". U: Zawwadanallooh wa iyyakum fi ha dzihis sanah jadi dah wa'aamin jadid bis shichhah was salamah wal aman sirron wa 'alaaniyan dhohiron wa baathinan aw walan wa akhiron.Baca SMS itu, aku kan ga ngerti... I: Huu... apa artinya? Ga ngerti  Ditunggu balesannya, dateng juga akhirnya U: Buka kamus.. Bahasa Inggris dan Jepang aja ngerti, masa' bahasa Arab ga ngerti? Ayo belajar... itu kan bahasa agama kita. Uh, ditanya baik-baik malah jawabannya nyindir gitu. Fufufufu, aku ga suka deh.. Akhirnya dengan pilihan kata dan grammar yang amburadul aku jawab sekenanya (jangan diketawain yah. Malu liat pilihan kata n grammarnya!) I: Excuse moi, je ne comprend parlez arabic paz. Mai un petit seulemant. Je sais, tu comprend excellant. Mai moi, perfait, je ne seis paz. Nah loh, ngerti ga ya? U: It is so easy to do. You can if you learn... (bla..bla...bla... seterusnya.... ceramah pake' bahasa Inggris) Aku saat itu sedang belajar Rangkaian Listrik (RL) karena besok harus siap presentasi. Karena aku sedang serius, aku jadi terganggu dengan ceramahnya yang pake' bahasa Inggris itu  . Akhirnya kubales aja... I: Se taire! (bla...blaa..bla.. marah-marah dalam bahasa Perancis yang kira-kira artinya:" Diem lo! Gw lagi belajar RL niich! Ini tu ga gampang. Harus belajar keras biar bisa. Iyee iyee... aku mau belajar bahasa Arab, tapi ga sekarang! Sekarang gw lagi belajar RL!")  Bete jadinya. Mau belajar lagi jadi ga mood. Akhirnya aku ganti baju n keluar kos. Bersepeda buat refreshing. Asyik deh  , bersepeda bareng Komunitas Sepeda Jeki. Bersepeda sambil ngobrol. Lumayanlah.. badan sehat, kenalan baru pun jadi sahabat. Padahal dah bapak-bapak semuanya. Biarlah, persahabatan tu kan ga kenal umur. Pulang-pulang, aku lihat ada pesan masuk di HP-ku. Kubuka deh... U: Afwan, bal ayuhibbuki an tuqoola bil lughotil kuffar.... Karena aku dah fresh lagi, aku dah ga gitu peduliin kalo' temanku yang satu ini suka nyebelin. I : Sori, baru bls. Hbs brspeda brg kmnts speda jeki. Tp aku balik kandhang duluan krn kandhangku paling terpencar dari anggota yang lain (Tentunya dengan bahasa Jawa...)Beberapa saat kemudian, U: Kmnts? Kandhang? Apa itu maksudnya? Aku ga ngerti... Sip! Kesempatan membalas dendam I: Bahasa Arab aja lancar, masa' bahasa Indonesia dan bahasa Jawa ga ngerti. Itu kan bahasa ibu kita... Ternyata dia ga mau kalah U: Kmnts itu apa? Kalo' kandhang kan artinya banyak. Bisa kandhang sepeda, kandhang sapi, atau kandhangmu? Weks, dia nantang ya.... I: Dimantepin dulu istilah-istilah bahasa Indonesia yang disingkat-singkat dan dimantepin juga makna kata dalam kalimat.Kukira dah ga ada jawaban, tapi ternyata ada! U: Laa ba'sa....  Masih aja bisa bales yah. Tapi kali ini aku ngerti apa katanya. Jadi kubaleslah... I: Emangnya siapa yang khawatir?!
Kuliah telah dimulai sejak hari Senin yang lalu. Dari situlah pembantaian massal dimulai. Tugas-tugas kuliah yang menumpuk mengharuskan kami untuk presentasi hampir setiap hari dengan materi-materi yang harus kami pelajari sendiri. Sudah ga zaman lagi dosen nerangin kuliah di depan. Sekarang saatnya mahasiswa harus mempelajari sendiri materi yang harus dikuasainya, kemudian mengungkapkan ke-bisa-annya di depan kelas. Kalau dilihat dari sisi beratnya, memang berat sih.. Tapi kalau dilihat efeknya, kami dituntut untuk bisa! Malu laah kalau ngemeng di depan kelas tapi sebenernya kosong. Belajar jadi lebih keras, usaha juga lebih banyak. Dengan sistem yang seperti itu, rasanya nanti ga akan ada ceritanya lulusan yang tidak memahami bidangnya dengan baik. Di samping pemahaman yang mendalam, kami juga dididik untuk menyampaikan apa yang telah kami ketahui. Dengan demikian, tidak ada juga ceritanya anak yang pinternya diam-diam atau pun anak yang diam-diam pintar. Mau dapet sisi positif yang lain? Ya, kami harus bisa bekerja sama dengan tim kita walaupun bisa jadi orang satu tim kita bukanlah orang yang kita sukai. Efek samping? Tentu saja tetep ada. Salah satunya, besok itu harusnya libur! Kan tanggal merah.. Rencananya, aku ingin reuni dengan sahabat-sahabatku yang lama tak kujumpai. Tapi karena besok aku dan teman-teman sekelompokku harus menyusun bahan presentasi, aku harus membatalkan rencana itu (hiks...  ). Tapi yasudahlah.. rencana itu bisa diundur. Kuliah lebih penting. Toh kami masih bisa berkomunikasi secara lisan dan tulisan meski ga ketemu langsung. Ini semua agar kami semua dapat mencapai cita-cita yang telah kami pupuk sejak lama. 
 | Sampah | Feb 5, '08 12:27 AM for everyone |
Baru nyadar neech, ternyata di multiply ini aq baru posting tulisan 4 biji aja. Adaaaa aja alesan buat ga nulis. Adaaaa aja yang bikin bete. Ah, nyampah aja nih tulisan kali ini. Ya, kapan2 nulis lagi deh. Sekarang lagi ga OK buat nulis.
Alhamdulillah… praktikum Teknik Elektronika dah selesai, n udah dipertanggungjawabin di depan asisten juga. Tinggal praktikum Algoritma&Pemrograman nih.. Laporan Pertanggungjawaban Teknik Elektronika (LPJ TE). Yah, banyak kisah di dalamnya. Asyik, menegangkan, bikin pemahaman kita jadi lebih dalam, tapi ada lucu-lucunya juga. Rata-rata LPJ ini 1-2 jam. Tapi di LPJ-ku yang terakhir, kami hanya melaksanakannya selama 15 menit! Sebelumnya, aku kenalin dulu asisten yang siap membantai kami: Dika. Dia ini orang Jawa tulen, suka bergaya, wawasannya tentang dunia elektronika luas banget, suka bergaul, dan jenaka. Pinter abis.. dia dapet A untuk Material Teknik Listrik (MTL) yang suka diplesetin jadi Matakuliah Tidak Lulus. Dan sepertinya, untuk Rangkaian Listrik 1 dia juga lulus deh. Jadi gini nih... Saat istirahat makan siang, aku ketemu Dika di jalan menuju Musholla Teknik (Mustek). Melihat aku, dia bertanya “Eh, hari ini siapa yang LPJ sama saya?” Aku jawab “Saya.” “Wah, gimana ya mbak? Ditunda aja yah!” “Ditunda? Emangnya mau kapan?” tanyaku. “Ya... kira-kira minggu depan,”jawabnya. “Hah! Minggu depan...? Jangan dong...,” aku memelas. Gimana enggak, ini LPJ modul terakhir dan aku ingin segera menikmati kebebasan tanpa tekanan LPJ TE. Trus, mau ditunda minggu depan? Aduh, aduh.. tolong deh! Masih zaman ya LPJ, sementara teman-teman satu angkatan dah ongkang-ongkang. “Ya gimana ya mbak.. Masalahnya hari ini saya juga ada LPJ,” terangnya. Aku diam dan memasang muka memelas. Kemudian dia melanjutkan “Ya.. tapi nanti kalian datang dulu saja. Kepastian jadi atau nggaknya saya kasih tahu nanti.” Aku kembali tersenyum, soalnya bakal ada angin segar nih. * * * Jadi critanya, menurut jadwal yang dulu pernah kami buat, kelompokku bakal LPJ sama Dika jam 14.00. Riskan banget, karena kita ada kuliah dari jam 13.00 – 14.00. Jadi berurutan gitu... Kan jadi deg-degan. Mana dosennya tuh dosen misterius. -__________-‘ Nah, hari itu, saat kita harus LPJ sama Dika.. Dosennya datang telat. Beliau baru datang jam 13.30! Weleh-weleh, alamat kelar telat nih. Di satu sisi, enggan ninggalin materi kuliah. Di sisi yang lain, LPJ ga boleh telat kalo’ mau dapet nilai setelah usaha kita selama ini. Aku dan teman-teman sekelompokku udah mikirin gimana aja caranya bila nanti harus cabut dari kelas. Benar saja, sudah pukul 13.45, belum ada tanda-tanda materi akan berakhir nih. Kami udah gelisah aja. Ditambah lagi, absen belum dijalankan. 13.50.... 13.51..... 13.54.... 13.56.... 13.58.... 14.00.... Dosennya belum selesai juga! Akhirnya kami menelepon seorang anggota kelompok kami yang sengaja bolos kuliah dan sudah terlebih dahulu menunggu di lab Elektronika. Kami menanyakan keadaan di sana. Fiuhh... kami menhela nafas karena ternyata si Dika belum datang. Jadilah kami melanjutkan kuliah. Begitu kuliah selesai, kami segera berlari ke lab Elektronika. Seperti yang kami bayangkan, di depan lab telah banyak orang-orang yang antri menunggu giliran LPJ. Dan setelah tanya sana tanya sini, kami mendapat jawaban bahwa: Dika belum datang! Kami harap-harap cemas. Kita jadi LPJ ga nich? Kami maunya hari ini, ga mau minggu depan. Bolehlah hari ini ditunda sampe sore, tapi harus hari ini! Di tengah kecemasan kami, seorang asisten keluar dari lab. “Siapa yang hari ini LPJ sama Dika jam 14.00?” Kami segera tanggap “Kami, Kak!” Sang asisten tersenyum, “Wah, tadi Dika ke sini tapi kalian nggak ada. Ya udah.. dia udah pulang, deh!” “Yah, pulang? Trus gimana donk, Kak?” tanya kami. “Ya dia minta kalian telpon dia..,” jawabnya sambil terus tersenyum. Segeralah kami mencari nomor telpon Dika dan meneleponnya. Lagi-lagi aku dijadiin tumbal. Pasalnya aku satu-satunya wanita di kelompokku. Untuk urusan nego menego, aku yang selalu diajuin. Saat kami coba untuk menelepon, kami tetap berdebar-debar (Ya iyalah... kalo’ ga berdebar, mati donk! :P). Wah, telponnya ga diangkat. Kami pikir: Ya iyalah.. orang kalo’ lagi LPJ, biar ditelpon berkali-kali pun, ga akan diangkat. Akhirnya kami kirimi saja si Dika ini dengan SMS memelas. Eh, ga dibales! Ya sudahlah... kami tunggu saja. Di tengah kegalauan kami menunggu, kira-kira 15 menit kemudian lah, si Dika muncul dengan teriakan dan wajah jenakanya “Ayo kawan-kawan, kita LPJ!”. Alhamdulillah... kelompokku lega banget. “Eh, tapi sebelumnya.. mana nih kelompok 14?” tanya Dika. “Ya, kami Mas?” Untuk dia, khusus kami panggil Mas. Soalnya dia nggak pantes dipanggil Kak. “Oh, ini ya.. Gimana ya? Saya jam 15.00 juga ada LPJ, padahal sekarang sudah jam 14.45?” ungkapnya meminta pendapat kami. “Ya udah, kita LPJ 15 menit aja!” seorang anggota kelompokku nyeplos. Eh, ternyata si Dika nanggepin dengan wajah bulatnya itu.... “OK, yuk! Kita LPJ 15 menit! Yuk, masuk-masuk!” Weleh-weleh... kita semua memasuki lab. Dika segera membagikan kertas. Ow, ini berarti LPJnya tertulis . “Yak, siap? Saya bacakan soalnya, kalian tulis di kertas masing-masing!” Dika membacakan soalnya: - Sebutkan ciri-ciri opAmp ideal!
- Jelaskan cara kerja diferensiator dan integrator beserta gambar rangkaian dan turunkan rumusnya!
Selesai membacakan soal, dia berkata “Yak, silakan mengerjakan. Waktunya 10 menit lagi!” Hah,... glek! 10 menit lagi, bo! Nomor 1 sih OK, nomor 2 nya itu lho! Cara kerjanya, kita bisa nulis apa dalam 10 menit. Belum lagi nurunin rumusnya. “Oia, satu lagi,” Dika berkata “nomor 1 pointnya 10.” Kami masih mendengar, lanjutannya “Nomor 2 pointnya 90.” Kami semua berteriak. Yah... kami menulis secepat kilat.Bodo amat tulisan jelek, yang penting kerjaan kelar. Kalo aku sih, mending nurunin rumus dulu. Ngemeng cara kerjanya, terakhir aja. Ciri-ciri opAmp ideal sih ga usah pake mikir, tulis ajah... “Yak, 5 menit lagi!” Dika berteriak “Dan untuk yang nomor 2, kalo’ ada yang bisa ngejelasin makna fisis dari grafik yang terbentuk dengan benar, akan langsung saya beri nilai 100!” Yo-i... mantab deh! Tapi ga bisa.. Yawdahlah, akhirnya waktu habis. Pekerjaan dikumpulkan, n kami pulang dengan lega. Alhamdulillah... LPJ kelar, oy! Bebas! Bebas! Merdeka! Hari gini? Masih zaman ya LPJ TE....
Hehe.. udah sekian lama aku ga nulis & nengok ke multiply ini. Tahu-tahu inbox banyak banget karena banyak postingan saudara saudari yang tergabung dalam multiply. Akhirnya tergelitik buat ngasih comment. Akibatnya, mau ga mau aku harus sign in. Nah, ini masalahnya.... Aku inget banget passwordnya, tapi aku lupa id-nya. Males nge-klik forget your id or password?, akhirnya aku coba2in id-id yang mungkin kubuat. Alhasil, ketemulah di percobaan yang ke-tiga.  Btw, gimana kabarku? (ih, maksa banget ya...). Yah, alhamdulillah aku baik-baik aja. Sibuk praktikum, bikin laporan, n mempertanggungjawabkan laporan. Tapi gapapa, aku ga sempat pusing karena ada banyak hal lain yang lebih penting untuk segera dikerjain daripada sekedar merasa pusing  . Kabar lainnya, aku kecanduan nge-game lagi. Gimana nih? Ada yang mau nanggepin? Semenjak lulus SMA, dunia game terenggut secara paksa dari kehidupanku karena game center yang jauh dari kostku. Males kalo' harus keluar kampus cuma buat nyari game center. Akhirnya, setelah beberapa lama, aku terbiasa ga main game online lagi. Tapi sekarang... di tengah tugas-tugas kuliah dan organisasi yang menumpuk, ada penjaga warnet di dekat kostku yang iseng. Dia nge-download game di dua buah komputer. Kebetulan banget, game yang dia download itu game yang biasa aku mainin waktu SMA. Wah, aku seneng banget! Mulai deh aku nge-game lagi. Hanya aja, paling sekitar dua jam aja. Soalnya mahal kan, tarif warnet 3000-4000 rupiah per jam. Tapi tunggu, candu ga berhenti di sini. Aku cerita ke sobatku kalo' aku mulai main lagi. Eh, dia tertarik. Dia tanya-tanya aku main apa. Usut punya usut, dia ternyata suka main juga toh  ! Kemudian dia ini nich yang ngenalin aku tempat mainnya. Internet&game online. Sayangnya, game-ku ga diaktivin di sana karena jarang yang main game itu. Ga menyerah, sobatku itu nemuin tempat main game yang lebih bagus. Gamenya komplit abissss... Tarifnya juga ok abisss! Jam bebas, paket 4 jam Rp10.000,00. Jam malam, paket 5 jam Rp10.000,00. Wuih deh! Sobatku yang satu itu juga nemuin alternatif-alternatif tempat main game yang lain. Whuah, dah agak bosen ma gameku, aku mulai merambah game yang lain. Aku juga nyobain game yang dimainin sobatku. Sekarang, aku jadi bener-bener kecanduan ma game-nya sobatku. Rekorku, kemarin aku main sampe 8 jam. 4 jam di siang hari, 4 jam di malam hari. Gara-gara game pula, aku jadi suka pulang malem (tentu aja kalo' bareng ma sobatku... Kalo' sendirian, nehi deh!). Sebenernya aku juga mikir kalo' nge-game itu ngabisin duit, tapi ga kerasa. Ga kerasa karena aku jadi fresh setelah main, apalagi kalo' menang. Aku juga ngrasa ga stress. Masalah refreshing, sebenernya ada banyak hal yang bisa bikin aku fresh selain game. Buku dan olahraga misalnya.. Tapi game ini asyik! Jiwa kompetisinya jadi terasah, makanya olahraga juga aku suka yang sering kompetisi. Bahkan milih organisasi aja juga yang bikin jiwa kompetisiku terasah (Robotics). Dengan hal-hal yang berbau kompetisi itu, aku bisa nyalurin beban negatif di dalam diriku. Buku adalah penyeimbangnya.
"Berilah apa yang paling
kamu sukai."
* * *
Kayaknya susah ya, memberikan
sesuatu yang paling kita suka kepada orang lain. Inginnya sesuatu yang kita
suka itu ya jadi milik kita. Tapi, gimana kalau orang yang akan kita beri itu
adalah orang yang sangaaaaaat kita sayangi? Seseorang yang kita cintai setulus
hati? Tentunya kita akan memberikan yang terbaik untuknya. Seberat apapun
pengorbanan kita, rasanya tak akan berarti jika untuk memberikan yang terbaik
untuknya. Meskipun dengan mengorbankan apa yang kita sukai.
Bila kita refleksikan lebih
dalam.. Sudah sayangkah kita kepada Allah? Sudah cintakah kita kepada-Nya? Apa
bukti cinta kita? Sudahkah kita memberikan yang terbaik dari diri kita
untuk-Nya? Atau kita masih menjadi individu yang naif yang beribadah hanya
untuk menggugurkan kewajiban? Marilah kita jujur pada diri sendiri dan
mengevaluasi lagi hidup kita.
* * *
Pernah membaca dialog ini?
+: "Hai malaikat, cobalah
kau tengok surga dan isinya."
(Malaikat pun menengok surga dan
isinya)
+: "Apa pendapatmu?"
-: "Maha suci Engkau.
Seluruh hamba-Mu niscaya akan berlomba-lomba memasukinya bila mereka tahu
keindahannya."
+: "Sekarang tengoklah
neraka dan isinya."
(Malaikat pun menengok neraka dan
isinya)
+: "Apa pendapatmu?"
-: "Maha suci Engkau, Ya
Rabbku. Seluruh hamba-Mu niscaya tak akan mau memasukinya bila mereka tahu akan
keganasannya."
+: "Kini lihatlah apa yang
mengelilingi jalan menuju surga."
(Malaikat pun melihat pada
apa-apa yang mengelilingi surga)
+: "Apa pendapatmu?"
-: "Maha suci Engkau, Ya
Allah. Aku khawatir, tak seorangpun hamba-Mu dapat memasuki surga mengingat
banyaknya hal-hal yang tidak disukai hamba-Mu untuk dapat memasukinya."
+: "Lihatlah apa yang
mengelilingi jalan menuju neraka."
(Malaikat pun melihat apa-apa
yang mengelilingi neraka)
+: "Apa
pendapatmu?"
-: "Subhanallah.. Aku
khawatir, akan banyak hamba-Mu yang tergelincir ke dalam neraka mengingat
banyaknya hal-hal yang disukai hamba-Mu yang mengantarkannya ke neraka."
* * *
Subhanallah.. Kita telah
diperingatkan.
Hari ini, seusai mempertanggungjawabkan
laporan praktikumku di depan asisten, aku dan kedua kawanku berjalan menuju kos
kami masing-masing. Reflek, aku melihat ke langit. Kebiasaanku yang sulit
kuhilangkan di senja menjelang malam, karena pada saat inilah langit mulai
terlihat indah. Dan senja ini, kami menyaksikan pemandangan yang menakjubkan.
Bulan sabit tipis diiringi planet Venus di sebelah kirinya. Indah nian.
Dipadukan dengan warna langit yang kelabu bersemu nila, tak sanggup aku
melukiskan keindahannya dengan kata-kata.
Seorang kawanku menyertaiku hingga sampai ke
kos, dia ingin mengambil data percobaan yang kebetulan aku simpan. Selagi aku
menyalinkan data untuknya, dia membaca artikel-artikel astronomiku. Dia begitu
takjub dan turut tertarik pada astronomi. Dia begitu terpesona seperti diriku
yang tak henti-hentinya terpesona dengan langit. Langit dengan bulannya, dengan
lintangnya, dengan planet-planetnya, dan dengan seluruh keajaiban warna,
komposisi, serta fenomenanya. Subhanallah, begitu agungnya ciptaan Allah.
Tentunya sang Pencipta yang menciptakan semua keagungan dan keindahan tersebut
lebih Agung dan lebih Indah lagi. Ingin kubertemu dengan-Mu ya Allah.
Seusai aku menuliskan data pengamatan, kami
memandang kembali ke langit. Aku begitu takjub karena bulan sabitnya menjadi
lebih terang dengan siluet bulatnya bulan. Pun Venus terlihat sangat besar. Aku
begitu terpesona. Seingatku, ini adalah Venus terbesar yang pernah kulihat
sepanjang hidupku. Saat itu waktu menunjukkan pukul 18.26 WIB. Subhanallah….
Maha Suci Allah.
Karena waktu telah memasuki waktu Maghrib,
aku pun segera menunaikan ibadah wajibku itu. Seusai beribadah, aku kembali
menatap langit. Waktu menunjukkan pukul 18.47 WIB. Siluet bulan telah hilang
berganti gelapnya malam, namun cahaya yang dipantulkannya menjadi kuning telur
dadar. Venus tidak sebesar senja tadi, tinggal titik kecil kuning yang kulihat.
Meskipun demikian, Venus kali ini masih tetap lebih besar daripada di hari-hari
yang lain.
Aku begitu takjub pada keindahan langit senja
ini. Penasaran, kulihat kalender astronomi yang kupunya. Subhanallah… memang
pada hari ini jadwalnya kita menyaksikan keindahan Bulan – Venus. Kulihat waktu
terbaiknya, ternyata 18.30 WIB adalah waktu terbaiknya. Aku bersyukur sekali
dapat menyaksikan keindahannya, empat menit sebelum jadwal perkiraan.
Subhanallah…
“Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi serta di dalam
pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi
orang-orang yang berpikir….”
(Q.S. Ali Imran: 190)
NB: Oia, kawan-kawan.. besok, 21 April 2007, selain hari Kartini...
juga adalah Hari Astronomi tahun ini. Yuk, semarakkan hari esok dengan
memperluas pengetahuan kita tentang astronomi! 
| |